7 Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadhan

1146

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Minimal ada 7 hal yang mesti dilakukan di 10 malam malam penghujung Ramadhan, seperti dicontohkan oleh Rasuulullaah SAW.

Usahakan semaksimal daya dan pikiran untuk mengamalkannya sebelum terlambat. Bahkan Rasuulullaah SAW di tahun wafatnya, melakukannya 20 malam malam terakhir Ramadhan, bukan 10 malam.

TRUE STORY:

1- Ummul Mukminiin AIsyah RA isteri Rasul menuturkan:

كَانَ رَسُوْلُ اللهً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ

“Pada malam sepuluh terakhir, Rasuulullaah SAW lebih bersungguh-sungguh untuk beribadah, melebihi kesungguhan pada malam lainnya,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Muslim).

BACA JUGA: Jadilah Orang Suci di Mata Allah

2- Siyyidah ‘Aisyah RA juga menuturkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلِطُ الْعِشْرِينَ بِصَلَاةٍ وصَوْمٍ وَنَوْمٍ، فَإِذَا كَانَ الْعَشْرُ شَمَّرَ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

“Pada 20 hari yang pertama di bulan Ramadhan, Nabi SAW biasa mengkombinasikan antara Shalat, Puasa dan Tzidurnya. Namun jika telah masuk 10 hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya atau menjauhi istrinya,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ahmad).

POINTERS:

1- Ajak isteri dan anak-anak;

Sayyidah Aisyah RA menuturkan bahwa Rasuulullaah SAW mengajak keluarga untuk mengisi 10 malam malam terakhir Ramadhan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقظ اهله (رواه البخارى و مسلم)

“Jika telah datang 10 hari yang terakhir di bulan Ramadhan, Nabi ﷺ mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malamnya dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim).

BACA JUGA: Nabi Mendengar Teriakan Orang Disiksa karena Tidak Berpuasa

2- Ramai-ramai I’tikaf. I’tikaf adalah ibadah yang sangat dianjurkan dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan. Cara melaksanakannya yaitu dengan berdiam diri di Masjid seraya menyibukkan diri dengan Shalat shalat Sunnah, membaca Al-Quran dengan artinya dan berdzikir.

Sayyidah Aisyah RA menuturkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ

“Sungguh, Nabi SAW beri’tikaf di Masjid pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa di tahun wafatnya Rasuulullaah SAW beliau I’tikaf 20 malam, bukan hanya 10 malam:

كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشرَةَ أيَّامٍ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِيْ قُبِضَ فِيْهِ اِعْتَكَفَ عِشْرِيْنَ يَوْمًا

“Nabi Muhammad SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Kecuali bertepatan pada tahun wafat nya, Nabi beri’tikaf selama dua puluh hari,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari).

BACA JUGA: Hasilnya NOL BESAR, Pahala Ibadahnya Terhapus

3- Bersih-bersih dengan mandi antara Maghrib dan Isya selama 10 malam terakhir.

Membersihkan badan adalah salah satu anjuran ketika hendak melaksanakan ibadah. Demikian pula dianjurkan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Rasuulullaah SAW mandi di antara waktu Maghrib dan Isya.

Sayyidah Aisyah RA menuturkan:

كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ رَمَضَانُ قَامَ وَنَامَ فَإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ الْمِئْزَرَ وَاجْتَنَبَ النِّسَاءَ وَاغْتَسَلَ بَيْنَ الْأَذَانَيْنِ وَجَعَلَ الْعِشَاءَ سَحُوْرًا (رواه ابن ابى عاصم)

“Ketika memasuki bulan Ramadhan, Rasuulullaah bangun malam hari untuk beribadah dan juga untuk tidur. Begitu masuk sepuluh hari terakhir, beliau kencangkan sarung, menjauhi isterinya dan mandi antara dua adzan, yaitu dua waktu Shalat Maghrib dan Isya),” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ibnu Abi ‘Aashim).

  1. Bersungguh-sungguh menguber Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar terdapat di antara 10 hari terakhir bulan Ramadan, sehingga kita bersungguh-sungguh dalam meraih malam kemuliaan tersebut. Cara meraihnya, yaitu dengan memperbanyak ibadah di malam hari di masjid.

BACA JUGA: Memfitnah, Allah Tak Ampuni Sebelum yang Difitnah Ikhlas Memaafkan

Rasuulullaah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. (رواه البخارى و مسلم)

“Kejarlah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim).

5- Perbanyak berdoa dan memohon ampunan. Sayyidah Aisyah RA menuturkan:

عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو قَالَ:‏ تَقُولِينَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Aisyah menuturkan bahwa pernah bertanya kepada Rasuulullaah; ‘Yaa Rasulallaah, Doa apa yang bisa aku baca ketika mengintai Lailatul Qadar?’ Rasuulullaah menjawab, “Bacalah: Allaahumma, Innaka ‘afuwwun, Tuḥibbul ‘Afwa fa’fu ‘annii”

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

(Yaa Allah, Tuhanku, sungguh Engkau Maha Pemaaf dan Engkau Mencintai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku),” (Hadits Sahih RiwayahAl-Imam Ibnu Majah).

BACA JUGA: Apa yang Terbetik di Hati, Itulah yang Akan Allah Berikan

6- Memperbanyak sedekah.

Banyak bersedekah, adalah ibadah penting dan utama di 10 hari terakhir sebagai ungkapan syukur atas ni’mat dipertemukannya kita dengan Ramadhan, serta sebagai penyempurna ibadah puasa dan ibadah-ibadah individu lainnya.

Karena tidaklah sempurna keimanan dan kualitas ibadah seseorang kecuali jika adanya keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Sebagaimana firman Allah SWT,

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” (QS. As-Sajdah: 16).

Bersedekah di 10 hari terakhir tidak hanya berupa zakat Fitrah dan zakal mal, tetapi juga dianjurkan memperbanyak sedekah untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan bekal makanan di Hari Raya Idul Fitri bagi anak Yatim dan Dhuafa. Bersedekah dapat berbentuk harta, pangan, pakaian, paket sedekah.

BACA JUGA: Malaikat Mendoakan Kita di 8 Posisi

7- Perbanyak membaca Al-Quran dan mendalami artinya.

Malaikat Jibril secara Khusus selalu bersama Rasuulullaah SAW bersama sama membaca Al-Quran setiap malam selama Ramadhan. Sahabat terdekat Rasuulullaah SAW bernama Ibnu ‘Abbaas RA menuturkan:

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

“Malaikat Jibril ‘Alaihis Salaam datang menemui Rasuulullaah SAW setiap malam selama Ramadhan, Malaikat Jibril bertadaarus muraaja’ah tilaawah Al-Quran bersama Rasuulullah SAW,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari 3220).

Rasuulullaah SAW bersabda, bahwa berkumpul duduk membentuk lingkaran lingkaran di Masjid bersama sama membaca Al Quran, akan dianugerahi KETENANGAN JIWA, kedamaian hidup, dan Rahmat kasih sayang Allah SWT:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Dan tidaklah sekelompok orang yang berkumpul di Rumah-rumah Allaah, di Masjid dalam rangka membaca Al Quran Kitab Allaah dan mempelajarinya, melainkan Allah SWT turunkan kepada mereka ketenangan hidup dan Rahmat kasih sayang. Dan mereka dikelilingi oleh para Malaikat, dan Allaah sebut-sebut memuji mereka kepada Makhluk makhluk lain yang ada disisi Nya,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Muslim 2699).

BACA JUGA: Malaikat Mendoakan Kita di 8 Posisi

Al-Imam An-Nawawi Rahimahullaah menuturkan:

أن قراءة الجماعة مجتمعين مستحبة بالدلائل الظاهرة وأفعال السلف والخلف المتظاهرة

“Sungguh, berkumpulnya Jamaah untuk membaca Al Quran adalah hal yang sangat dicintai dan merupakan Sunnah Rasul berdasarkan berbagai dalil yang jelas, yang telah dicontohkan oleh para orang orang Salaf dan Khalaf. (Ref.: Kitab At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quraan, Halaman 71).

Al-Imam Ibnu Daqiq Al ‘Iid Rahimahullaah menuturkan:

هذا دليل على فضل الإجتماع على تلاوة القرآن في المساجد

“Ini menunjukkan tentang keistimewaan berkumpul duduk bersama melingkar membaca Al Quran di Masjid-masjid. (Ref.: Kitab Syarah Al-Arba’iin An-Nawawiyah, Halaman 93).

Al-Imam An Nawawi Rahimahullaah menuturkan cara membaca Al-Quran jika duduk berkelompok membentuk lingkaran lingkaran di masjid:

وهو أن يجتمع جماعة يقرأ بعضهم عشرا أو جزءا أو غير ذلك ثم يسكت ويقرأ الأخر من حيث انتهى الأول ثم يقرأ الآخر وهذا جائز حسن وقد سئل مالك رحمه الله تعالى عنه فقال لا بأس به

“Jamaah yang berkumpul, sebagian mereka membaca sepuluh ayat atau satu juz atau lebih dari itu, kemudian mereka berhenti sejenak, agar dilanjutkan bacaannya oleh yang lainnya dengan melanjutkan ayat yang terakhir dibaca. Cara Inilah yang terbaik”.

BACA JUGA: Sembuhkan Raga, Hati, dan Jiwa dengan Cara Nabi

Rasuulullaah SAW bersabda memastikan bahwa puasa dan Al-Quranlah yang bisa membantu menyelamatkan kelak di Akhirat.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ  (رواه احمد)

“Sungguh Puasa dan bacaan Al-Quran memberi Perlindungan dan bantuan yang meringankan dan Doa atau Syafa’at kepada pelakunya di Hari Kiamat.

Puasa berkata: “Yaa Allah Tuhanku, aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku izin untuk memberikan Syafa’at kepadanya.

Berkata pula Al-Quran: “Yaa Allaah Tuhanku, aku telah menghalanginya tidur untuk qiyaamullail di malam hari, maka berilah aku izin untuk memberikan Syafa’at kepadanya.

Nabi bersabda: “Maka keduanya Allaah berikan izin untuk memberi Syafaat,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Ahmad).

Penutup, mari kita berdoa: “Yaa Allaah bimbing kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya hanya kepada-Mu yaa Allaah;

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here