Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-15)

II. Nabi Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq.

143

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

F. Persentuhan Nabi Ibrahim dengan Ur Salem (Yerusalem).

Tidak diketahui secara persis kapan dan siapa yang pertama kali membangun Ur Salem. Kitab Kejadian juga menyebut imam di Ur Salem menyebut EL Yang Maha Tinggi sebagai realitas tuhan tertinggi mereka.

Tidak diketahui asal-usulnya penduduk Ur Salem menyebut tuhan tertingginya adalah EL, sedang Kitab Kejadian tidak mengisahkan Nabi Ibrahim pernah berdakwah di Ur Salem dan memperkenalkan ajaran tauhid dengan EL sebagai satu-satunya tuhan. Tidak ada tuhan selain Ellohim.

Terdapat kisah yang hilang dari asal-usul Ur Salem yang akhirnya menjadi kota penting bagi dunia. Fakta sejarah dari Al-Kitab, baik Taurat dan Al-Quran juga memberikan tempat khusus bagi Ur Salem atau Yerusalem.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-14)

G. Meninggalnya Nabi Ibrahim, Ismael dan Ishaq.

Kitab Kejadian mengisahkan, suatu saat, Nabi Ismael bermaksud pergi ke Hebron untuk menengok ayahnya. Sebelum mengunjungi ayahnya, Nabi Ismael lebih dahulu berkunjung ke Bersyevake tempat tinggal Nabi Ishaq untuk diajaknya bersama sama mengunjungi ayah mereka.

Tentu Nabi Ibrahim sangat senang dikunjungi anak-anaknya. Apalagi dengan Nabi Ismael sudah sangat lama tidak pernah bertemu. Diperkirakan pertemuan ini terjadi sekitar 65 tahun setelah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismael membangun kembali Ka’bah di Makkah.

Jadi, tentu pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat berarti bagi Nabi Ibrahim dengan seluruh keluarganya. Nabi Ibrahim kemudian memanggil seluruh anak-anaknya dari istrinya yang lain, yaitu dari Ketura dan Hajur.

BACA JUGA:

Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-13)

Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-12)

Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-11)

Pada kesempatan tersebut, Nabi Ibrahim kemudian berpesan kepada anak-anaknya dan membagikan harta untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

Tidak lama setelah pertemuan itu, Nabi Ibrahim kemudian meninggal dan dikuburkan oleh anak-anaknya di samping kubur Sarah di gua Makphela.

Peristiwa ini jika diperhitungkan berdasar ayat-ayat Taurat di Kitab Kejadian, maka meninggalnya Nabi Ibrahim terjadi pada sekitar tahun 1990 SM pada saat umur Nabi Ibrahim sekitar 175 tahun. Yaitu ketika Nabi Ismael berusia sekitar 90 tahun dan Nabi Ishaq berusia sekitar 76 tahun.

Setelah menguburkan ayahnya, Nabi Ismael kemudian kembali ke Bakkah. Sangat mungkin Nabi Ismael masih sempat menikahkan anaknya yang perempuan yaitu Basmat (nama lainnya adalah Mahalat) dengan keponakannya, yaitu anak Nabi Ishaq saudara kembar Ya’qub, yaitu Esau.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here