Hampir Tiba di Ujung Perjalanan

221
Ilustrasi: Meninggal dunia.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Jika ada titik “start” tentu akan ada titik “finish”. Setelah kita lahir, dan setiap tahun kita berulang tahun, ini berarti kita terus berjalan dari “titik start” menuju ke “titik finish”.

Dan setelah puluhan tahun dan berkali kali berulang tahun, tentu kini telah mendekat ke “titik finish” bukan?

TRUE STORIES:

Mari hayati pesan moral yang sangat indah dan pasti ini:

قَالَ الفُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ لرَجُل، كَمْ أَتَتْ عَلَيْكَ؟ قَالَ : سِتُّونَ سَنَةً

Al-Imam Fudhail Bin ‘Iyaadh bertanya kepada orang ada di depannya: “Berapa usia yang telah engkau lalui?” Orang itu menjawab: “sudah 60 tahun”.

BACA JUGA: Yuk, Kita Berusaha Terus Kurangi Dosa

قَالَ: فَأَنْتَ مُنْذُ سِتِّينَ سَنَةً، تَسِيرُ إِلَى رَبِّكَ يُوشِكُ أَنْ تَبْلُغَ

Al-Imam Fudhail kembali bertanya: “Itu berarti semenjak 60 tahun, engkau telah berjalan menuju Tuhanmu, maka kini engkau sudah dekat dan akan sampai”.

 فَقَالَ الرَّجُلُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Orang itu berkata: “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un.” (Sungguh, kita adalah milik Allah dan sungguh kita akan kembali kepadaNya). Seolah ia mengatakan, bahwa semua kita memang akan kembali kepada Allah.

قَالَ الْفُضَيْلُ: أتعرف تفسيره؟

Al-Imam Fudhail pun mengingatkan: “Apa engkau memahami maksud kalimat yang engkau ucapkan itu?” tanya Fudhail.

BACA JUGA: Doa Orang Tua untuk Jodoh, Kebahagiaan Anak dan Keluarga

تَقُوْل: أنا لِلَّهِ عَبْدٌ، وإِلَيْهِ رَاجِعٌ. فَمَنْ عَلِمَ أَنَّهُ لِلَّه عَبْدُ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ رَاجِعٌ؛ فَلْيَعْلَمْ أَنَّهُ مَوْقُوفٌ, وَمَنْ عَلِمَ بِأَنَّهُ مَوْقُوفٌ فَلْيَعْلَمْ بِأَنَّهُ مَسْئُولٌ، وَمَنْ عَلِمَ أَنَّهُ مَسْئُولٌ فَلْيُعِدَّ للسُّؤَالَ جَوَابًا

Al-Imam Fudhail menjelaskan: “Maksud perkataanmu tadi, adalah: “Aku adalah Hamba milik Allah, dan akan kembali kepadaNya”.

Siapa yang mengetahui bahwa dia adalah Hamba Allah dan akan kembali kepada Allah; maka sadarilah bahwa ia pasti akan dihadapkan di hadapan Allah SWT”.

Dan bila ia menyadari bahwa kelak ia akan berhadapan dengan Allah; maka hendaknya dia menyadari bahwa ia pasti akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal dan perbuatannya. Dan kalau ia menyadari bahwa ia akan ditanya; maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban jawabannya.”

BACA JUGA: Dengarkan, Jika Ingin Didengar

فَقَالَ الرَّجُلُ: فَمَا الْحِيلَةُ؟ قَالَ: ”يَسِيرَةٌ“ قَالَ: مَا هِيَ؟

Orang itu berkata: “Bila keadaannya demikian beratnya, apakah ada jalan keluarnya?” Al-Imam Fudhail menjawab: “Jalan keluarnya sangatlah mudah.”

قَالَ: تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ ، يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى, فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ

“Berbuat baiklah di sisa umurmu yang ada, niscaya dosa-dosa yang telah berlalu akan diampuni. Namun, jika kamu terus berbuat dosa pada umur yang masih tersisa, tentu kamu akan disiksa karena dosa yang dahulu kamu lakukan dan dosa yang tetap kamu lakukan pada umur yang tersisa.” (Ref: Kitab Jaami‘ul Uluum, jilid: 2, hal. 383)

BACA JUGA: Ucapkan Salam Saat Masuk ke Rumah, Ada Orang Maupun Tidak Ada Orang

POINTERS:

1- Semua akan berakhir, hidup kita pun akan berakhir. Dan kini, kita sedang menunggu waktu kematian itu tiba.

2- Manfaatkanlah sisa umur ini dengan sebaik-baiknya. Perbanyaklah berbuat kebaikan, terutama: bersedekah setiap hari berupa air minum dalam kemasan, atau nasi bungkus atau uang seberapa pun jumlahnya, yang penting ada.

3- Mulai sekarang, taati wasiat Rasulullah ﷺ ini:

عن ابى هريرة رضى الله عنه قال: أَوْصَانِى خَلِيلِى صلى الله عليه وسلم بِثَلاَثٍ :صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

BACA JUGA: Diselamatkan oleh Hal-Hal yang Sunnah

Rasulullah ﷺ mewasiatkan tiga hal:

(a) berpuasa tiga hari setiap bulannya, yaitu Puasa “Ayyaamul Biidh” tgl 13, 14 & 15 setiap bulan Hijri. (b) mengerjakan dua rakaat Sholat Dhuha, (c) Sholat Witir sebelum tidur.” (Hadits Sahih oleh Al-Imam Al-Bukhari no. 1981).

4- Ingat, kematian bisa saja datang tiba-tiba.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin bersedekah, rajin membaca Al-Quran dan rajin beristighfar.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here