Diselamatkan oleh Hal-Hal yang Sunnah

148
Ilustrasi: Shalat malam.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Fungsi pahala ibadah sunnah adalah menutupi kekurangan pelaksanaan ibadah yang wajib, dan juga menambah bekal pahala untuk akhirat.

Berbahagialah mereka yang mampu menunaikan hal-hal yang wajib lalu diperkuat dengan yang sunnah-sunnah.

Memang tidak sedikit yang berkata: “Itukan sunnah, nggak berdosa kok kalo tidak dikerjakan”.

Ini adalah ungkapan orang yang malas beribadah pada Allah SWT.

BACA JUGA: Dua Ayat Ini Bisa Mengubah Kehidupan

TRUE STORIES:

1- Para pemuka sahabat RA dan orang-orang mukmin terdahulu digambarkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani Rahimahullah:

وقد كان صدر الصحابة ومن تبعهم؛

– يواظبون على السنن مواظبتهم على الفرائض،

– ولا يفرقون بينهما في اغتنام ثوابهما

“Dahulu, para pemuka sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, mengutamkan melakukan amalan-amalan sunnah, sebagaimana mereka juga mengutamakan ibadah-ibadah yang wajib”.

2- Mereka tidak membedakan semangat melakukannya antara keduanya, sunnah dan yang wajib dalam mengambil manfaat pahalanya,” (Kitab Fathul Baari 3/265).

BACA JUGA: Kerjakan 8 Amalan Ini, Rezeki pun Melimpah Ruah

3- Inilah salah satu penyebab jauhnya mereka dari amalan-amalan bid’ah. Karena waktu-waktu mereka sudah terisi dengan amalan-amalan yang disyari’atkan, baik yang sunnah apa lagi yang wajib.

4- Berbeda dengan orang-orang yang meremehkan amalan-amalan sunnah, banyak waktu kosong yang mereka isi dengan amalan-amalan bid’ah.

Imam As-Syaafi’i Rahimahullahu Ta’aalaa menuturkan:

نفسك إن لم تشغلها بالحق؛ وإلا شغلتك بالباطل

“Jika engkau tidak menyibukkan hatimu dalam kebenaran, maka hatimu akan menyibukkanmu dalam kebatilan,” (Kitab Ad Daa’ u Wad Dawaa’ Hal 156).

BACA JUGA: Berdoalah di Mihrab

5- Untuk hal-hal yang berkaitan dengan sunnah-sunnah, gunakanlah pola pikir yang sama pada hal-hal yang makruh. Semangatlah dalam meninggalkannya sebagaimana dalam meninggalkan yang haram, untuk mengambil manfaat pahala dari meninggalkannya.

Jangan malah mengatakan: “Ah, itu kan Makruh, boleh dong dikerjakan!” Sungguh ungkapan seperti ini, hanya akan merugikan dari kesempatan mendapatkan pahala yang banyak, bahkan akan menjerumuskan kepada hal-hal yang haram.

POINTERS:

1- Yakinlah, bahwa kita masih banyak bolong-bolongnya dalam pelaksanaan ibadah-ibadah wajib. Maka untuk menambal bolongan-bolongan itu, lakukanlah hal-hal yang sunnah.

2- Selain untuk menutupi kekurang-sempurnaan yang fardhu, maka pahala hal-hal sunnah yang rajin kita lakukan, akan menambah bobot pahala bekal untuk akhirat kita.

BACA JUGA: Jangan Suka Buka Aib, itu Dosa Besar!

3- Usahakan, tidak ada hari tampa melakukan ibadah sunnah. Misal:

– Lakukanlah shalat sunnah Rawatib Qabliah dan Ba’diyah.

– Tiada hari tanpa membaca Al-Quran, minimal 10 ayat.

– Setiap akan tidur, jangan lupa berwudhulah dahulu.

– Setiap akan tidur, usahakan shalat sunnah WITIR dahulu, minimal 1 Rakaat, tapi afdolnya 3 Rakaat.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin melaksanakan hal-hal yang sunnah.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here