Puasa Bicara

635

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Tanda orang yang jiwanya berpenyakit kronis dan kehidupannya sedang terpuruk, di antaranya adalah selalu BERBURUK SANGKA, lalu meningkat menjadi: suka nyinyir, mencaci, memaki, memfitnah dan menyalahkan.

Menghadapi orang seperti ini adalah dengan PUASA BICARA.

TRUE STORIES:

1- Allah SWT berfirman:

فَكُلِيْ وَاشْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًاۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًاۙ فَقُوْلِيْٓ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّاۚ (سورة مريم ١٩ الاية ٢٦)

“Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah: “Sungguh, aku telah bernazar BERPUASA untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan BERBICARA dengan siapapun pada hari ini,” (QS Maryam [19]: 26, halaman 307).

BACA JUGA: Kita Hanya Numpang Lewat di Dunia

Demikian Allah SWT Mengajarkan kepada Bunda Maryam, seorang wanita suci, bagaimana CARA TERAMPUH, menghadapi cibiran, cacian, makian, tuduhan dan fitnah orang-orang yang terus menyebar dan viral saat melahirkan tanpa bersuami.

2- Menghadapi cibiran, fitnah, tuduhan, caci dan makian adalah dengan DIAM atau puasa bicara menjadi solusi terbaik. Jangan dilawan dengan cacian pula, jangan ikut selera rendah dan penyakit orang orang yang memang punya penyakit hati, karena mereka ingin menutupi kekurangan dan keterpurukannya.

3- Ketika Bunda Maryam melahirkan puteranya Nabi Isa AS tanpa suami, tuduhan bermunculah, bahkan fitnah, cibiran, cacian dan makian menghiasi mulut mulut para komentator dan terus viral. Kalaupun bertanya, hanyalah untuk melukai, menyakiti.

BACA JUGA: Rumah Tangga Samarasa

4- Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa: “Pada malam pertengahan bulan Sya’ban (Nisfu Sya’ban) Allah SWT MENETAP secara khusus kepada hamba-hambaNya (yang beribadah), dan saat itulah Allah MENGAMPUNI semua, kecuali ada 2 yang tidak mendapatkan ampunan Nya, yaitu:

a) Orang yang tidak percaya pada Allah dan yang mensekutukan Allah; dan b) Orang yang hatinya penuh dengan sifat nyinyir, kebencian, cacian, makian, dan permusuhan.

Demikian inti dari 3 Hadits Sahih di bawah ini:

١- عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:  «يَطْلُعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ» (الألباني في السلسلة الصحيحة ١١٣٣)

 ٢- عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ، إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ» (حسنه الألباني)

٣- عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ اطَّلَعَ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فَيَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِ، وَيُمْلِي لِلْكَافِرِينَ، وَيَدَعُ أَهْلَ الْحِقْدِ بِحِقْدِهِمْ حَتَّى يَدَعُوهُ» (حسنه الألباني في صحيح الجامع ٧٧١)

BACA JUGA: Doa Dijauhkan dari Virus dan Penyakit

POINTERS:

1- Menyikapi situasi seperti ini, respon yang paling ampuh adalah MEMILIH DIAM, puasa bicara.

2- Menjelaskan dengan kata-kata bukanlah SOLUSI. Tapi jelaskanlah dengan TINDAKAN NYATA, action dan action. Cara ini lebih elegant dan mulia. Saatnya ikuti teori ampuh “Silent is Golden”, DIAM, adalah emas. Bersikaplah kapan berbicara, kapan diam, dan kapan mendengar.

3- Ketahuilah, bahwa semakin terpuruk kehidupan seseorang, semakin rajin dan lantang berkomentar miring, mencaci, dan menyalahkan. Begitu juga, semakin tinggi jabatan, atau semakin berkuasa, biasanya semakin tuli. Suka berbicara, tapi sulit mau mendengarkan.

BACA JUGA: Jangan Tunda Bayar

4- Nyinyir, mencaci, memaki dan berburuk sangka, adalah sumber dosa besar. Jauhilah SUU UZHAN (سوء الظن) berburuk sangka.

5- Agar bisa sembuh dari penyakit hati yang akut ini, maka dahulukan HUSNUZZHAN (حسن الظن) baik sangka, dan jauhi caci maki, nyinyir, ghiibah dan namiimah.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati, mengampuni dosa-dosa kita dan dijauhkan dari sifat suka nyinyir dan berburuk sangka. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here