Kita Hanya Numpang Lewat di Dunia

231

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Berbahagialah mereka yang mampu membagi waktu, perhatian dan tenaganya untuk duniawi dan ukhrawinya dengan porsi yang adil.

Dunia hanya sebentar, sedang Akhirat kekal abadi. Maka bekalnyapun harus lebih banyak untuk akhirat.

TRUE STORIES:

Rasulullah ﷺ bersabda:

مالى وللدنيا الا انا كراكب استظل تحت شجرة ثم راح وتركها

“Sungguh, di Dunia ini, saya bagaikan seorang PENGEMBARA yang terus berjalan, dan sejenak MAMPIR di bawah sebatang pohon untuk berteduh sebentar, lalu akan PERGI meninggalkannya,” (Hadits Sahih).

BACA JUGA: Rumah Tangga Samarasa

Dan memang terbukti, Rasulullah ﷺ dan para sahabat terdekatnya yang semua adalah orang-orang tersayangnya Allah SWT, hidup di dunia ini hanya 63 tahun, dan telah berada di Alam Barzah menunggu datangnya akhirat lebih dari 1440 tahun, yaitu:

– Rasulullah ﷺ meninggal di usia 63 tahun.

– Abu Bakar As-Siddiiq RA juga meninggal di usia 63 tahun,

– Umar Al-Faruuq RA juga 63 tahun.

– Ali Bin Abi Thalib RA juga 63 tahun

– hanya Utsman Bin Affan yang meninggal di usia 82 tahun.

BACA JUGA: Doa Dijauhkan dari Virus dan Penyakit

POINTERS:

1- Ketika ajal datang; saat itulah semua berakhir: rumah yang ditinggalkan akan ditempati oleh orang lain, harta yang ditinggalkan akan dibagi bagi oleh anak-anak, pasangan hidup, suami atau isteri akan menikah lagi dengan orang lain.

Demikianlah terjemahan dari Nasehat Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib RA sebagai berikut:

ان بيوتكم قد سكنها غيركم وان اموالكم قد قسمها اولادكم وان ازواجكم قد تزوجها غيركم

2- Di saat inilah, tidak berguna lagi pujian dan sanjungan untukmu. Tidak bermanfaat lagi banyaknya orang yang bertepuk tangan untukmu. Tidak ada manfaatnya lagi like pada statusmu, atau banyaknya teman dan follower-mu.

BACA JUGA: Jangan Tunda Bayar

Yang akan berguna bagimu adalah:

– sujud yang engkau lakukan di keheningan malam,

– air mata yang engkau basahkan ke pipimu karena khusyu takut pada Allah,

– amal jariyah yang engkau ikhlas lakukan semata karena Agama Allah.

– bacaan Al-Qur-an dan dzikir yang engkau rutin lantunkan,

– uluran tanganmu dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain.

– beramal shaleh apapun yang engkau lakukan ikhlas karena mendambakan ampunan dan ridha Allah.

3- Selagi masih hidup jangan ada hari-hari yang luput untuk berdoa, bersedekah dan beribadah diniyatkan pahalanya untuk kedua orangtua dan untuk orang-orang yang dicintai.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati dan mengampuni kita. Aamiin Yaa Allah. Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here