Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-21)

III. Nabi Ya’qub dan Esau.

116
Lukisan Zulaikha menarik baju Yusuf pada bagian belakang hingga robek.

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

B. Nabi Yusuf di Mesir

3. Hasrat Serong Zulaikha.

Tiap hari melihat ketampanan dan kerja Yusuf yang cekatan membuat Zulaikha yang umurnya mungkin berselisih 10-15 tahun dengan umur Nabi Yusuf dan belum mempunyai anak pada akhirnya tidak mampu membendung hasratnya. Ia kemudian mencari cara agar Yusuf datang ke kamarnya.

Ketika Yusuf dengan membawa hidangan telah masuk kamarnya, kemudian pintu kamar ditutup oleh Zulaikha, dan mulai merayu Yusuf. QS. Yusuf ayat 24 menjelaskan, Zulaikha telah berkehendak pada Yusuf, demikian pula Yusuf juga telah berkehendak pada Zulaikha.

Namun Allah memalingkan Yusuf dari keburukan dan kekejian, sehingga Yusuf tersadar dan ketakutan lalu lari menuju pintu, namun Zulaikha mengejarnya kemudian menarik bagian belakang baju Yusuf hingga robek di bagian belakang.

Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat Putifar di depan pintu, lalu Zulaikha memfitnah Yusuf seolah Yusuf mau berbuat tidak senonoh terhadap dirinya. Tentu Yusuf menolak fitnah tersebut (QS. Yusuf: 25-26).

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-20)

Sempat terjadi kebingungan mencari siapa yang bersalah. Namun seorang saksi dari keluarga Zulaikha mengatakan jika baju Yusuf yang robek ada di bagian belakang maka yang berniat buruk adalah Zulaikha, dan Putifar mengerti jika istrinya hendak memutar bailkkan fakta (QS. Yusuf: 27-28).

Putifar kemudian meminta Yusuf melupakan peristiwa tersebut dan meminta istrinya agar bertobat meminta ampunan atas dosa yang telah diperbuatnya karena telah membuat kesalahan dan berusaha memfitnah orang yang tidak bersalah (QS. Yusuf: 29). Namun peristiwa tersebut sulit disembunyikan dan akhirnya cerita tentang Zulaikha yang berusaha merayu pelayannya untuk berbuat serong, tersebar di kalangan para wanita istana dan di kota.

Zulaikha yang merasa dipermalukan ingin membalas para wanita di kotanya. Ia pun kemudian mengundang para wanita terpandang yang mempergunjingkannya itu ke rumahnya untuk dijamu. Dihidangkanlah buah buahan yang untuk memakan harus dikupas terlebih dahulu, sehingga setiap orang harus memegang pisau.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-19)

Ketika semua wanita sudah memegang pisau untuk mengupas, Yusuf diperintahkan keluar oleh Zulaikha dengan membawa hidangan lainnya. Ketika para wanita tersebut melihat Yusuf, semuanya terpesona sehingga kehilangan kesadaran sehingga tidak terasa melukai tangannya masing-masing.

Ketika Yusuf menghilang dari ruangan, mereka baru tersadar bahwa tangan masing-masing telah berlumuran darah dan mereka menjadi terkejut. Kemudian Zulaikha mengatakan: “Itulah orangnya yang menyebabkan kalian mencelaku, dan sungguh aku telah menggodanya untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina,” (QS. Yusuf: 31-32).

Zulaikha telah berusaha membela perilaku serongnya, dan mengatakan akan memenjarakan Yusuf sehingga menjadi orang yang hina karena menolak ajakannya. Namun Yusuf setelah peristiwa tersebut menjadi lebih ketakutan sehingga berdoa kepada Allah bahwa penjara adalah tempat yang lebih baik bagi dirinya dari pada mengikuti hasrat serong Zulaikha (QS. Yusuf: 33).

Zulaikha akan memasukkan Yusuf ke penjara, karena sebagai budak, Yusuf seharusnya menuruti kemauannya. Yusuf juga ketakutan karena para wanita yang telah melihat dirinya bisa melakukan tipu daya untuk menjebak dirinya dan melakukan perbuatan sebagaimana perbuatan Zulaikha.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-18)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here