Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-121)

VIII. Nabi Zakariya, Yahya, ‘Iysaa, Kehancuran Haekal Sulaiman (Masjidil Aqsha) yang Kedua dan Kemunculan Nashara, Kristen dan Katolik.

123
Lukisan Yusuf membawa Maryam yang sedang hamil besar ke Betlehem. (Sumber: Manado.tribunnews)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Injil Barnabas Pasal 2-3 mengisahkan, Yusuf, murid Nabi Zakariya yang sebelumnya berniat mempersunting Maryam, ketika mendapatkan kabar Maryam telah hamil karena anugerah Allah, kemudian membatalkan niatnya tersebut karena takut kepada Allah.

Namun dalam mimpinya, Yusuf didatangi malaikat yang memberi tahunya bahwa bayi laki-laki yang ada dalam kandungan Maryam adalah kehendak Allah, yang kepadanya Yusuf akan memanggilnya Yesus.

Seorang laki-laki suci (ghulaaman zakiyyan) ciptaan Allah di rahim Maryam, seorang Nabi Allah yang diutus kepada orang orang Israel agar orang orang Israel melaksanakan hukum-hukum Allah sebagaimana yang telah tertulis dalam hukum Nabi Musa. Dia akan datang dengan kekuatan besar yang dianugerahkan oleh Allah dan akan mempergunakan mukjizat-mukjizat yang hebat.

Ketika Yusuf terbangun kemudian meneguhkan kembali niatnya untuk mempersunting Maryam. Niatnya mempersunting itu kemudian disampaikan kepada gurunya sekaligus wali Maryam, yaitu Nabi Zakariya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-120)

Injil Barnabas pasal 2 juga menyebutkan bahwa Maryam yang telah dikenal mengemban kehendak Allah, namun kuatir terhadap penduduk, kalau kalau mereka merasa tersinggung olehnya atas kehamilannya itu, lalu akan melemparinya dengan batu sebagai hukuman terhadap dosa persundalan.

Ketika diberitahukan bahwa Yusuf berniat meminangnya, Maryam kemudian memilih Yusuf yang merupakan seorang kawan dari garis keturunannya yang tiada cela dalam kehidupannya, yang bersikap wajar, taqwa kepada Allah, menyembahNya, melakukan ibadah puasa dan shalat, seraya hidup dengan kecekatan tangannya, karena dia seorang tukang kayu. Dengan demikian, Yusuf menikahi Maryam ketika Yusuf telah mengetahui bahwa Maryam telah hamil.

Dengan kesediaan Yusuf menikahi Maryam yang sedang hamil ini, untuk sementara persoalan Maryam menjadi terhenti. Namun musuh Nabi Zakaria masih berusaha mencari siapa yang telah berzinah dengan Maryam. Setelah menikah kemudian Yusuf membawa pergi Maryam ke sebuah perkampungan kecil berpenduduk ratusan orang di daerah Galilea, yaitu Nazareth.

Sebuah perkampungan kecil yang tidak menarik perhatian, letaknya jauh di utara Yeruslem berjarak sekitar 160 km, jauh dari kota kota lainnya, dan bukan wilayah penting dari negeri Yudea, namun masuk wilayah Samaria. Ke Nazareth untuk menjauh dari bahaya di Yerusalem.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-119)

Kisah kepergian Maryam dari Yerusalem disebut secara singkat dalam QS. Maryam 22 yaitu, ketika Maryam mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Dari ayat tersebut di dapat kejelasan bahwa setelah mengandung kemudian Maryam pergi mengasingkan diri ke tempat yang jauh, yang berarti keluar dari Yerusalem.

Bila mengacu pada injil Barnabas pasal 3 maupun injil Lukas pasal 1 ayat 26-35, maka ketempat yang jauh yang dimaksud QS. Maryam 22 adalah Yusuf ketika telah menikah dengan Maryam dalam keadaan mengandung kemudian membawanya pergi ke Nazareth.

Perbedaan Al-Quran dengan injil Lukas dalam hal tersebut adalah, Injil Lukas menyebut Jibril memberi tahukan kehamilan Maryam di Nazareth. Sedang Al-Quran menyebutkan kepergian Maryam ke tempat yang jauh (Nazareth) justru telah dalam keadaan hamil.

Jika kembali pada Injil Lukas pasal 1 ayat 1-4, maka Lukas menuliskan injilnya dengan memperoleh informasi yang telah cukup jauh jaraknya, yaitu sekitar lebih dari 70 tahun. Sedang Barnabas menuliskan injilnya dengan memperoleh informasi secara laingsung dari Nabi ‘Iysaa atau Maryam atau Nabi Zakariya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-118)

6. Kelahiran Yahya dan Iysa.

Baik Al-Quran maupun Injil Barnabas, Injil Matius, Marcus dan Johanes tidak mengisahkan kelahiran Yahya. Hanya Injil Lukas yang sedikit mengisahkan kelahiran Yahya yang ditunggui oleh Nabi Zakariya di padang gurun. Tidak menyebut nama tempat secara spesifik.

Dapat disimpulkan bahwa berita tentang mengandungnya Elizabeth telah ditenggelamkan oleh berita tentang kehamilan Maryam. Perhatian Bani Israel tentang kemunculan Messiah lebih terfokus pada kehamilan Maryam dibanding kehamilan Elizabeth. Mungkin tidak ada lagi yang memperhatikan atau mencari berita tentang kelahiran Yahya.

Dapat diperkirakan, setelah perhitungan usia kehamilan Elizabeth mendekati kelahiran, Nabi Zakariya menghilang dari Yerusalem, pergi ketempat istrinya yang tidak diketahui Bani Israel, untuk menolong dan menunggui istrinya melahirkan anaknya yaitu Yahya. Mungkin sekitar tiga atau empat bulan Nabi Zakariya menghilang dari Yerusalem menunggui bayinya yaitu Yahya atau Yaxye, dan Bani Israel tidak bisa menemukan keberadaannya, hinggak akhirnya Nabi Zakariya kembali ke Yerusalem.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-117)

Saat itu, umur Nabi Zakariya telah sekitar 85 tahun. Atas kelahiran Yahya, Nabi Zakariya menyayikan pujian yang disebut nyanyian pujian Zakariya. Dalam nyanyian tersebut terdapat bait “ dan engkau hai anakku, akan disebut Nabi Allah Yang Maha Tinggi “.

Sedang tentang kelahiran ‘Iysaa, Injiil Barnabas pasal 3 mengisahkan ketika ada keputusan Caesar Augustus agar semua penduduk di daftar, maka gubernur Roma di Antiokia, Pilatus, memerintahkan kepada Herodes raja Yudea agar melaksanakan dekrit tersebut, yang kemudian segera mengumumkannya pada seluruh penduduk baik di kota kota maupun diperkampungan.

Di Nazareth, Yusuf adalah penduduk keturunan Dawud dari Bethlehem, demikian pula Maryam yang juga keturunan Dawud yang saat itu kehamilannya sudah semakin besar dan mulai mendekati kelahiran. Setalah mendengar dekrit pendaftaran penduduk, kemudian Yusuf membawa Maryam yang dalam keadaan hamil besar pergi ke Bethlehem untuk berkumpul kembali dengan saudara saudaranya.

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here