Keistimewaan dan Amalan Nishfu Sya’ban

869

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Alhamdulillaah, kini kita telah berada di Bulan Sya’ban, bulan yang luar biasa, karena banyak peristiwa penting yang terjadi di Bulan Sya’ban ini, di antaranya berpindahnya arah Kiblat Shalat dari Baitul Maqdis, Masjidil Aqsa di Palestina ke Masjidil Haram di Makkah.

TRUE STORIES:

1- Sya’ban dalam bahasa Arab berasal dari kata (شعاب) Syi’aab yang artinya; “JALAN di lereng lereng pendakian ketinggian bukit “. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak JALAN mencapai status ketinggian dan peningkatan kesalehan, kebaikan dan memperbanyak ibadah bekal untuk Akhirat.

2- Dalam bulan Sya’ban yang diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan baik sebagai individu maupun dalam lingkup sosial kemasyarakatan.

BACA JUGA: Agar Tidak Diganggu Jin, Lakukan Hal Ini..

Makanya Rasuulullaah SAW sering berdoa sejak memasuki bulan Rajab:

 اللهم بارك لنا فى رجب و شعبان وبلغنا رمضان

Allaahumma baarik lanaa fii Rajabin wa Sya’baana Wa ballighnaa Ramadhaana.

“Yaa Allaah Tuhan kami, berkatilah hidup kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan berilah kami kesempatan meni’mati indahnya beribadah di bulan Ramadhan”.

3- Rasuilullaah SAW bersabda:

ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم (حديث صحيح رواه أبو داود و النسائي)

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang terkadang diabaikan oleh banyak orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal ibadah ke Langit, karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Abu Dawud dan Nasa’i).

4- Ada malam yang luar biasa istimewanya di bulan Sya’ban, yiatu malam pertengahannya yang disebut “Nishfu Sya’ban”. Kata Nishfu, artinya; Pertengahan. Jadi “Nishfu Sya’ban” artinya “Pertengahan Bulan Sya’ban.

BACA JUGA: Pelaku Kecurangan Akan Disiksa Allah

Rasuulullaah SAW bersabda tentang keistimewaan malam “Nishfu Sya’baan”:

a- Hadits pertama:

عَنْ مُعَاذٍ بِنْ جَبَلٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ يَطَّلِعُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Allaah Tabaraka Wa Ta’aalaa Memandang kepada makhluk-Nya pada Malam Nishfu Sya’ban, lalu Allaah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali yang Musyrik dan orang yang saling bermusuhan,” (Hadits Sahih riwayah Al-Imam Abu Nu’aim dan Ibnu Hibban dan At Thabrani).

b- Hadits kedua:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

“Ummul Mukminiin Aisyah RA isteri Rasuulullaah menuturkan: “Aku kehilangan Rasuulullaah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar mencari dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi Al-Gharqad di Madinah. Maka beliau bersabda; “Apakah engkau khawatir Allaah dan Rasul-Nya akan menyia-nyiakanmu?”

Kemudian aku berkata: “Tidak yaa Rasuulallaah, sungguh aku mengira engkau telah mendatangi sebagian istri-istrimu.”

Kemudian Rasuulullaah SAW bersabda: “Sungguh, Allaah Memanggil Hamba-Nya di malam Nishfu Syaban, dan Mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba bani Kilaab, yaitu pengampunan yang sangat banyak,” (Hadits Sahih riwayah Al-Imam At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibbaan).

BACA JUGA: Saat Menghadapi Masalah, Baca Dzikir dan Doa Ini

d- Hadits ketiga:

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو منافق

“Sungguh, Allaah SWT Memandang kepada hamba-Nya di malam Nishfu Syaban, dan Allaah SWT Mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allaah atau orang yang munafik,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ibnu Maajah).

d- Hadits keempat:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ : أَلَا مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلَا كَذَا … أَلا كَذَا … حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

“Apabila tiba malam Nishfu Syaban, Shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah di siang harinya, karena Allaah SWT menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari lalu Berfiman:

“Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? Niscaya Aku akan Mengampuninya. Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? Niscaya Aku akan memberinya rezeki. Adakah yang demikian, sampai terbit fajar’.” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ibnu Maajah dan Al-Baihaqi).

BACA JUGA: Kondisi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja

POINTERS:

1- Beberapa amalan di Bulan Sya’ban antara lain:

Rasuulullaah SAW memperbanyak berpuasa di Bulan Sya’ban. Rasuulullaah SAW melakukan puasa di Bulan Sya’ban mulai awal bulan hingga akhir bulan, kemudian disambung berpuasa di Bulan Ramadhan.

Beliau bersabda:

يَرْفَعُ اللّٰهُ اَعْمَالَ الْعِبَادِ كُلَّهَا فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ

“Allaah Mengangkat semua amal ibadah hamba-hamba Nya di dalam Bulan Sya’ban”.

2- Memperbanyak puasa di Bulan Sya’ban adalah Sunnah Rasul. Ummul Mukminiin, isteri Rasul Aisyah RA menuturkan:

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Rasuulullaah SAW tidaklah berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada di Bulan Sya’ban, karena sungguh Rasuulullaah berpuasa di Bulan Sya’ban selama sebulan penuh”.

3- Dalam Hadits lain dijelaskan:

مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ اَيَّامٍ مِنْ اَوَّلِ شَعْبَانَ وَثَلَاثَةً مِنْ اَوْسَطِهِ وَثَلَاثَةً مِنْ اٰخِرِهِ، كَتَبَ اللّٰهُ لَهُ ثَوَابَ سَبْعِيْنَ نَبِيًّا، وَكَانَ كَمَنْ عَبَدَ اللّٰهَ تَعَالٰى سَبْعِيْنَ عَامًا، وَاِنْ مَاتَ فِيْ تِلْكَ السَّنَةِ مَاتَ شَهِيْدًا

“Siapa yang berpuasa 3 hari di awal Bulan Sya’ban, berpuasa 3 hari di pertengahan Bulan Sya’ban, dan berpuasa 3 hari di akhir Bulan Sya’ban, maka Allaah SWT Mencatatkan untuk nya pahala setara 70 Nabi, dia seperti orang yang telah beribadah kepada Allaah Ta’aala selama 70 tahun, dan jika dia meninggal Dunia di tahun itu maka dia mati dalam keadaan Syahid”.

BACA JUGA: Jangan Sepelekan yang Sunnah

4- Dianjurkan memperbanyak Istighfar, memohon ampun kepada Allaah atas segala kesalahan yang telah diperbuat. Sebab, Manusia tidak pernah lepas dari suatu kesalahan, perbuatan dosa, dan kemaksiatan.

Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maaliki, menjelaskan bahwa Istighfar salah satu amalan penting yang harus dibiasakan terlebih di waktu istimewa seperti malam Nishfu Sya’ban.

“Istighfar memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan,” sambung Sayyid Alawi.

5- Pada bulan Sya’bab terutama di malam Nishfu Sya’bannya, agar memperbanyak amalan dengan berpuasa dan menunaikan Shalat malam. Rasuulullaah SAW bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. (رواه أبو دود)

“Jika tiba malam Nishfu Syaban, maka Shalat sunnah lah pada malam harinya (malam lima belas) dan berpuasalah puasa Sunnah pada siang harinya (hari kelima belas).” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ibnu Maajah).

6- Malam Nishfu Syaban menjadi momen Allaah SWT mengampuni seluruh penduduk Bumi. Kecuali orang-orang yang syirik atau menduakan Allaah SWT dan menyimpan rasa dengki seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut:

يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ والطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ)

“Allaah Merahmati hamba hamba-Nya di malam Nishfu Syaban. Allaah SWT Mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang Muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lainnya karena urusan Duniawi,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Ibnu Hibban, Ayh-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Penutup, mari kita berdoa: “Yaa Allaah, anugerahkan kami kemudahan dan kemampuan untuk selalu mennunaikan Sunnah sunnah Rasul Mu yaa Allaah. Yaa Allaah bimbing kami untuk selalu eling mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya hanya kepada Mu yaa Allaah”.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here