Jangan Tidur Sebelum Witir

353
Ilustrasi: Shalat malam.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Shalat Witir bukan hanya dilakukan di bulan Ramadhan saja, tetapi setiap malam sepanjang tahun.

Salah satu wasiat penting Rasulullah ﷺ, adalah agar Shalat Witir sebelum tidur. Witir bukan hanya penutup Shalat Tarawih di bulan Ramadhan. Witir merupakan penutup kegiatan ibadah ibadah harian.

Witir adalah Shalat Sunah Muakkadah (hampir wajib) yang jumlahnya ganjil. Witir yang bilangan rakaatnya ganjil sangat disukai Allah SWT, karena Allah menyukai bilangan yang ganjil.

Angka ganjil juga merujuk pada keesaan. Oleh itu, rangkaian shalat sunnah seseorang dalam sehari semalam hendaknya ditutup dengan Witir sebagai bukti pengesaan hamba kepada Tuhannya.

BACA JUGA: Hampir Tiba di Ujung Perjalanan

TRUE STORIES:

1- Hadits riwayat Al-Imam Muslim disebutkan: “Siapa yang mengerjakan Shalat pada malam hari maka hendaklah dia menjadikan Shalat terakhirnya sebagai Witir. Sungguh, Rasulullah ﷺ telah memerintahkan hal tersebut,” (Ref: Said Bin ‘Ali Bin Wahf al-Qahtani, Ensiklopedia Shalat menurut Al-Quran dan As-Sunnah, 2006, hlm. 450).

2- Shalat Witir, apakah sesudah Shalat Isya, sebelum tidur, atau sesudah Shalat Tahajjud di tengah malam?

Shalat Witir setelah tidur atau sebelum tidur memiliki keistimewaan masing-masing. Namun, ada Hadits Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Shalat Witir sebelum tidur lebih diutamakan.

BACA JUGA: Yuk, Kita Berusaha Terus Kurangi Dosa

Ini haditsnya: “Abu Dzar berkata, ‘Kekasihku Rasulullah ﷺ pernah berpesan kepadaku tentang tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan untuk selamanya, In Syaa Allah, yaitu Shalat Duha di waktu Fajar, Shalat Witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari pada setiap bulan yaitu puasa Ayyaamul Biidh,” (Hadits Sahih Al-Imam Ahmad).

3- Al-Imam Al-Nawawi dalam Kitab Syarah Muslim menjelaskan perbedaan keduanya hanyalah soal kesanggupan setiap Muslim. Jika yakin betul mampu bangun di tengah malam, maka bolehlah Witir ditunda ke tengah malam setelah Shalat Tahajjud.

Jika belum tentu bisa bangun, maka sebaiknya Witir lah setiap setelah Shalat Ba’diyah Isya’, atau sebelum tidur.

BACA JUGA: Doa Orang Tua untuk Jodoh, Kebahagiaan Anak dan Keluarga

POINTERS:

1- Jangan lagi tidur malam tanpa Shalat Witir dahulu.

2- Ada dua waktu melaksanakan Shalat Witir dan dua-duanya benar.

Witir bisa dilaksanakan sesudah Isya sebelum tidur dan boleh sesudah Shalat Tahajjud tengah malam sampai terbit Fajar. Jika sudah Witir sebelum tidur, maka tidak Witir lagi setelah Tahajjud tengah malam.

3- Witir sesudah Isya’ sebelum tidur dilakukan bila malamnya tidak mampu bangun.

4- Jika sudah melaksanakan Shalat Witir setelah Isya karena tidak yakin mampu bangun tengah malam, tapi ternyata kemudian bisa bangun, maka boleh melaksanakan Shalat Qiyyaamul Lail atau Tahajjud, namun TIDAK lagi Shalat Witir.

BACA JUGA: Dengarkan, Jika Ingin Didengar

5- Sahabat dekat Rasulullah ﷺ bernama Abu Hurairah RA menuturkan bahwa:

أَوْصَانِى خَلِيلِى – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

“Kekasihku Rasulullah ﷺ mewasiatkan kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulannya, yaitu puasa Ayyaamul Biidh, mengerjakan dua rakaat Shalat Dhuha, dan mengerjakan Shalat Witir sebelum tidur,” (Hadits Sahih oleh Al-Imam Al Bukhari no. 1981).

6- Al-Imam ‘Abdur Rahman Bin Nashir As Sa’di menuturkan bahwa: “Disunnahkan melakukan Shalat Witir di awal malam yaitu sebelum tidur”.

Karena ada 2 hal: Khawatir tidak bisa bangun di tengah malam dan melaksanakan Qiyaam Ramadhan (Shalat Tarawih) lalu ditutup dengan Witir. Ini adalah mengikuti Imam mengerjakan Witir di awal malam.

BACA JUGA: Ucapkan Salam Saat Masuk ke Rumah, Ada Orang Maupun Tidak Ada Orang

7- Kalau sudah Witir sebelum tidur, maka tidak lagi Witir setelah Shalat Tahajjud di tengah malam. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

“Tidak ada dua Witir dalam satu malam.“ (Hadits Sahih oleh Al-Imam Abu Daud no. 1439, At Tirmidzi no. 470, An Nasai no. 1679).

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin Shalat Witir, membaca Al-Quran dan rajin berdoa.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here