Ada Apa di Balik 3 Wasiat Penting Nabi ﷺ?

531
Ilustrasi: Shalat. (Foto: Antara).

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Hidup dikatakan bahagia jika Anda memiliki 3 hal penting ini: sehat, uang, aman dan damai. Tidak ada gunanya hidup, jika tidak sehat, tidak punya uang dan tidak aman.

Tidak juga bahagia, jika sehat, tapi tidak punya uang dan tidak aman. Tidak juga bahagia, jika punya uang banyak tapi sakit-sakitan. Tidak juga bahagia, jika sehat dan punya banyak uang dan harta, tapi tidak aman.

Maka ketiganya haruslah ada. Dan kunci untuk memperolah ketiganya telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA: Tips Agar Dijauhkan dari Kecelakaan dan Kesulitan Hidup

TRUE STORIES:

1- Ada tiga pesan penting Rasulullah ﷺ kepada sahabat terdekatnya Abu Hurairah RA dan kepada kita semua umatnya.

Sampai-sampai Abu Hurairah RA, bersumpah tidak akan pernah meninggalkan ke 3 wasiat penting ini selama hidupnya.

2- Rasulullah ﷺ bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام

Sahabat Abu Hurairah RA menuturkan, “Sahabat terdekatku Muhammad ﷺ mewasiatkan tiga hal utama, yaitu puasa tiga hari tiap bulan, shalat dua rakaat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.”

BACA JUGA: Doa Saat Terancam dan Kekurangan

POINTERS:

Ternyata ketiga pilar utama untuk hidup bahagia tersebut di atas dipresentasikan dalam tiga kegiatan ini: puasa, shalat Dhuha, dan shalat Witir.

Maka, kata Rasulullah ﷺ, lakukanlah 3 hal penting ini secara rutin:

1- Puasa Representasi Sehat

Rasulullah ﷺ menegaskan: Shumuu Tasihhuu (صموا تصحوا), “Berpuasalah, engkau akan sehat”.

Wasiat pertama agar berpuasa tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriyah atau disebut “ayyaamul biidh” ini, agar hidup kita sehat. Puasa “ayyaamul biidh” dilaksanakan setiap tanggal 13,14 dan 15, tiap bulan Hijriyah.

BACA JUGA: Shalat Berjamaah “Sekeluarga” Kunci Kebahagiaan

Tidak ada gunanya, banyak harta, tapi sakit sakitan. Uang akan habis terkuras oleh penyakit yang menggerogoti, hidup pun tak nyaman.

Di samping itu, Puasa melatih kesabaran dan ketekunan, serta mengajarkan kejujuran dan ketaatan kepada Allah SWT secara pribadi dan di depan khalayak umum.

Karena tidak ada kendali atas orang yang berpuasa kecuali hanya Allah saja. Puasa juga dapat menahan emosi dan menahan keinginan. Sehingga puasa dapat meningkatkan rasa kasih sayang, persaudaraan, dan perasaan orang lain di antara yang miskin dan membutuhkan.

BACA JUGA: Shalat Menjauhkan Kesulitan Hidup dan Siksa Kubur

Rasulullah ﷺ menegaskan lagi:

 بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang engkau lakukan. Karena itu, maka puasa “ayyaamul biidh” sama dengan berpuasa setahun penuh,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim).

2- Shalat Dhuha Representasi Rezeki dan Kekayaan

Shalat Dhuha, adalah kunci pembuka pintu-pintu rezeki yang melimpah. Jangan tinggalkan Shalat Dhuha, minimal dua rakaat, afdhalnya 4 rakaat 2 kali salam.

Waktunya setiap hari, dimulai ketika matahari terbit hingga siang hari 20 menit sebelum waktu Shalat Zhuhur.

BACA JUGA: Kenapa di Tengah Malam?

Sahabat Abu Dzar RA, menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

 يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى .(رواه مسلم )

“Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap Tasbih (membaca Subhaanallaah) adalah sedekah. Setiap Tahmid (membaca Alhamdulillaah) adalah sedekah. Setiap Tahliil (membaca Laa ilaaha illallaah) adalah sedekah. Setiap Takbir (membaca Allaahu Akbar) adalah sedekah. Amar ma’ruf adalah sedekah. Nahi munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan shalat dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Muslim).

Maka dengan mengerjakan Shalat Dhuha, berarti setiap organ tubuh kita, telah berinvestadi sebagai modal untuk meraih keuntungan yang lebih banyak. Pintu-pintu rezeki terbuka lebar lebar yang terkadang tidak terduga sebelumnya.

BACA JUGA: Siksa Kubur dan Api Neraka Menanti

Waktu terbaik untuk Shalat Dhuha adalah ketika sinar matahari telah sempurna bersinar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صلاة الأوابين حين ترمض الفصال

“Shalat Awwaabiin dilakukan saat anak-anak onta telah kepanasan,” (Hadits Sahih Riwayah Al Imam Muslim).

3- Shalat Witir Representasi Kedamaian dan Pelrindungan Keamanan

Saat tidur itulah, kondisi manusia dalam keadaan paling lemah dan rawan. Bisa saja terjadi keriminal, musibah, perampokan dan kekerasan, karena semua dalam keadaan lengah dan tidak sadar. Anak kecil saja bisa membunuh orang yang lagi tidur nyenyak.

BACA JUGA: Cari Teman Ayah dan Ibu

Maka, agar dilindungi, dijaga dan aman saat tidur, mohonlah perlindungan dan pengawalan dari Allah SWT.

Dengan mengerjakan Shalat Witir setiap akan tidur setiap malam, minimal 1 rakaat, afdhalnya 3 rakaat.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin membaca Al-Quran dan rajin berdoa.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here