Cari Teman Ayah dan Ibu

89

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Buktikan cinta dan hormat pada kedua orang tua. Bakti pada kedua orang tua adalah penyelamat dari segala kesulitan hidup.

Durhaka pada kedua orang tua adalah penyebab berbagai kegagalan hidup. Bakti dan pemuliaan pada kedua orang tua tidaklah TERHENTI pada wafatnya.

Justru setelah meninggal, keduanya sangat-sangat amat butuh bakti dari anak-anaknya terutama: doa, istighfar, sedekah, membacakan Al-Quran, dan melanjutkan persahabatan silaturrahimnya, serta pahalanya dikirimkan ke alam barzakh-Nya.

Ingat:

الميت كالغريق المغوث

Almayyitu, kal ghoriiqil mughowwits.

“Orang yang sudah meninggal, bagaikan orang yang jatuh di samudera luas, berenang di tengah ombak ganas, dan terus berteriak teriak meminta pertolongan”.

BACA JUGA: Pilih Waktu Sedekah yang Tepat Agar Bernilai Lebih

TRUE STORIES:

Mari kita hayati hadits-hadits Rasulullah ﷺ berikut ini:

1- Sedekahlah untuk kedua orang tua:

يارسول الله ان امى توفيت ولم توص افينفعها عنها؟ قال: نعم. (الزواجر الرقم؛ ١/١٩٤)

“Seorang Sahabat datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya: “Yaa Rasulallah, Ibuku telah wafat, dan dia tidak meninggalkan pesan wasiat. Jika saya BERSEDEKAH niyat pahala untuknya, apakah bermanfaat dan pahalanya sampai kepadanya?

Rasulullah ﷺ menjawab;: “Iya, (pahalanya untuknya), dan utamakan bersedekah untuknya dengan air,” (Hadis Sahih; Kitab Az-Zawaajir 1/194).

BACA JUGA: Siksa Kubur dan Api Neraka Menanti

2- Lanjutkan persahabatan dengan teman-teman orang tua:

Rasulullah ﷺ bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :ابر البر ان يصل الرجل ود ابيه. (رواه مسلم)

فضل صلة اقارب واصدقاء الاب والاحسان لهم واكرامهم. وكذلك يلحق به اقارب واصدقاء الام والجد والجدة.

“Sebaik-baik bakti dan memuliakan orang tua, adalah memelihara dan melanjutkan hubungan dengan saudara, keluarga dan teman teman Ayah (dan Ibu),” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Muslim).

3- Terus Doakan:

الدعاء للوالدين والاستغفار لهما والصدقة عنهما من جملة البر بعد الموت. (مجموعة الفتاوى للامام ابن باز ٣٦٨/٩)

“Doa untuk kedua Orang Tua, dan istighfar memohonkan ampunan untuk keduanya, serta bersedekah atas nama kedua orang tua, adalah bagian dari berbakti kepada keduanya setelah kematiannya,” (Majmuu’ul Fataawii 368/9).

BACA JUGA: Jangan Sampai Belum Juga Hafal Doa-Doa Ini

POINTERS:

1- Berbahagialah mereka yang orang tuanya masih ada. Inilah kesempatan EMAS mendapatkan “Barcode” masuk surga dengan melakukan:

Tiada hari tanpa berbakti, peduli, sungkem, beri makan, beri uang dan doa kepada kedua orang tua.

Allah SWT berfirman:

وبرا بوالدتى ولم يجعلنى جبارا شقيا. (مريم الاية ٣٢)

“Dan berbaktilah kepada Ibu, dan Dia Allah tidak menjadikan aku orang sombong lagi celaka,” (QS. Maryam 19, ayat 32, halaman 307).

BACA JUGA: Lakukan Hal ini untuk Hindari Gangguan Makhluk Halus

Ayat sebelumnya juga menegaskan:

وبرا بوالديه ولم يكن جبارا عصيا (مريم ١٩ الاية ١٤)

“Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong, dan bukan pula orang yang durhaka,” (QS. Maryam 19, ayat 14, halaman 306).

Allah SWT juga mewanti-wanti agar selalu hormat dan bakti pada kedua orang tua. Berbicara pun harus hati-hati dan santun:

وبالوالدين احسانا اما يبلغن عندك الكبر احدهما او كلاهما فلا تقل لهما “اف” ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما.  (الاسراء ١٧ الاية ٢٣)

“Dan hendaklah berbuat baik kepada Ibu Bapak. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali sekali berucap kepada keduanya “ah!”, dan jangan engkau membentak keduanya, dan berbicaralah kepada keduanya dengan bahasa yang sopan,” (QS Al-Israa 17, ayat 23, halaman 284).

BACA JUGA: Doa Membuka Pintu-Pintu Rezeki Allah

  1. Perbanyak doa ini untuk keselamatan ayah dan ibu:

رب اغفر لى ولوالدى وارحمهما كما ربيانى صغيرا

Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa Rabayaanii Shogiiraa.

“Yaa Allah, ampuni aku dan kedua orang tuaku. Sayangi dan manjakan keduanya, seolah orang tua menyayangi dan memanjakan anaknya di waktu kecilnya”.

Atau:

رب ارحمهما كما ربيانى صغيرا  (سورة الاسراء ١٧ الاية ٢٤)

Rabbi, irhamhumaa kamaa Rabbayaanii shoghiiraa.

“Yaa Tuhanku, sayangilah kedua Ayah Ibuku, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di saat aku kecil,” (QS. Al-Israa 17, ayat 24, halaman 284).

Semoga Allah SWT selalu menganugerahkan kita kemampuan untuk tidak memperturuti hawa nafsu, dan Allah memudahkan kita selalu berbakti kepada orang tua.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here