Sinergi UMKM dan BUMN Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional

54

Jakarta, Muslim Obsession – Anggota DPR RI Komisi VI Hj. Melani Leimena Suharli menegaskan, pertumbuhan ekonomi nasional tak lepas dari peran industri yang terus bergerak dalam peningkatan kemampuan memproduksi barang dan jasa.

Peran tak kalah pentingnya, jelas politisi Partai Demokrat ini, juga dilakukan BUMN sebagai pihak yang terus berupaya mendukung pengembangan UMKM, sekaligus bersinergi dengan instansi atau lembaga lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikemukakan Hj. Melani saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi BUMN dengan tema “Peran Kemitraan UMKM BUMN untuk Mendorong Pertumbuhan ekonomi” yang digelar di Amos Cozy Hotel, Blok M Melawai, Jakarta Selatan, Selasa(13/12/2022).

Kegiatan yang difasilitasi Kementerian BUMN PT Adhi Karya (Persero), Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk tersebut diikuti sejumlah tokoh masyarakat dan para pelaku UMKM binaan Hj. Melani di Jakarta Pusat dan Selatan.

“BUMN dapat memiliki peran aktif untuk mensinergikan yang baik antara UMKM dan BUMN. Menjadikan mitra bisnis BUMN akan membuat harga diri UMKM meningkat. Momentum tersebut harus dimanfaatkan agar UMKM dapat memperkokoh perekonomian Nasional. Sehingga pendekatan tak sekadar kucuran dana CSR atau kredit UMKM,” ujar Hj. Melani.

BACA JUGA: Lewat Kemitraan BUMN, Pelaku UMKM Bisa Naik Kelas

Ia menjelaskan, Kementerian BUMN terus mendorong kemitraan strategis antara BUMN dengan pelaku UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya dengan mendorong tambahan alokasi kredit untuk sektor UMKM dan menjadikan UMKM rantai pasok BUMN.

Pembangunan ekonomi suatu bangsa harus seimbang dengan membangun pondasi ekonomi yang kuat melalui ekonomi kerakyatan yang didominasi pengusaha UMKM.

“Kekuatan UMKM tersebut yang dijadikan sebagai rantai pasok yang berkesinambungan untuk memenuhi pemain global. Sehingga antara UMKM dan pemain global Nasional tidak bisa berdiri sendiri,” urainya.

Hj. Melani memberikan contoh konkrit peran BUMN terhadap UMKM, yakni adanya fakta Dampak Ekonomi dan Sosial Penyaluran KUR di Masa Pandemi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) misalnya memperkirakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) melalui BRI memiliki kontribusi besar dalam menyerap 32,1 juta lapangan kerja. Terkait upaya pemerintah untuk memberdayakan UMKM.

BACA JUGA: Melani dorong UMKM Naik Kelas dengan Perlunya Nomor Induk Berusaha

Bank Himbara menambah kredit ke UMKM merupakan bukti nyata keberpihakan negara. Namun penambahan alokasi kredit saja tidak cukup. Pasalnya UMKM memiliki spektrum usaha yang sangat luas sehingga permasalahannya tidak sama.

Untuk itu intervensi BUMN harus sesuai dengan permasalahan yang terjadi di UMKM. Jika intervensi tidak sesuai dengan permasalahan, maka keberpihakan BUMN ke UMKM hanya sekadar slogan.

“Upaya pemerintah itu patut diapresiasi. Pasalnya, pelaku UMKM nasional terbukti tangguh dalam menghadapi krisis. Banyak pengusaha UMKM Indonesia yang bisa bertahan bahkan sejak krisis moneter 1998 hingga krisis multidimensi akibat Covid-19. Kunci bertahannya pelaku UMKM karena social capital yang kuat,” tegasnya.

Bahkan saat ini, imbuhnya, data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa jumlah UMKM Indonesia mencapai 64,2 juta unit atau 99,99% dari total dunia usaha yang ada. Ini merupakan potensi dan kekuatan yang sangat penting bagi perekonomian kita.

BACA JUGA: 5 Tantangan Pengembangan UMKM di Indonesia, Apa Saja?

BUMN diberikan mandat oleh UU untuk berperan sebagai kepanjangan tangan negara dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Sehingga tugas BUMN saat ini adalah membina serta menjadikan UMKM mitra bisnis strategis. Sehingga tugas utama BUMN sebagai badan usaha yang mencari keuntungan dapat sejalan dengan bisnis UMKM.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan ialah menjadikan UMKM sebagai mitra strategis untuk memperkuat rantai pasok BUMN. Jika UMKM menjadi rantai pasok BUMN, maka kelangsungan UMKM dapat terus terjaga. Sehingga kehadiran UMKM di BUMN dapat tumbuh bersama untuk membangun ekonomi Indonesia.

“Jika BUMN mampu mensinergikan dan menjadikan UMKM mitra bisnis strategis BUMN, maka akan membuat perekonomian nasional tumbuh dan semakin tangguh,” tandasnya.

Kegiatan Sosialisasi tersebut merupakan kolaborasi anggota DPR RI Komisi VI dengan BUMN yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai upaya mendukung suksesnya pembangunan nasional, tak terkecuali melalui penguatan daya saing UMKM.

“Saya mengapresiasi PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, yang sudah mendukung UMKM dengan beragam program positif, tidak hanya memberikan ruang dalam kegiatan seperti ini, namun juga berkomitmen menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here