Melani dorong UMKM Naik Kelas dengan Perlunya Nomor Induk Berusaha

91
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hj. Melani Leimena Suharli. (Foto: Fikar/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli terus mendorong agar pelaku UMKM naik kelas dengan membuka kegiatan Sosialisasi Formalisasi Usaha Mikro strategis, di Hotel Amos Cozy, Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8).

Kegiatan yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM ini, dilakukan untuk mengangkat Usaha Mikro Kecil (UMK) yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Dunia usaha Indonesia pada saat ini masih didominasi oleh pelaku usaha mikro,” ujar Melani, saat memberikan sambutan.

Dibeberkannya, berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah usaha mikro ini mencapai lebih dari 26 juta usaha atau 98,68 persen dari total usaha nonpertanian di Indonesia. Usaha ini juga mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sekitar 75,33 persen.

“Sehingga, usaha mikro kecil merupakan andalan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

Jumlah UMK yang tidak berbadan usaha masih sangat mendominasi yaitu mencapai lebih dari 90 persen dari 64,19 juta, berada di sektor informal. Karena itu, perlu didorong untuk bertransformasi menjadi formal.

Namun, hal itu terganjal dengan tingkat kemudahan berusaha di Tanah Air, yang berada di level 73, di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Terbitnya Aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK), diyakini bisa mengerek peringkat Easy of Doing Business (EoDB) Indonesia ke posisi 40 pada 2024.

Namun diperlukan strategi dan program yang tepat untuk mengimplementasikan aturan turunan cipta kerja tersebut agar mampu mendorong akselerasi para pelaku usaha informal menjadi formal. “Tantangan dan hambatan usaha mikro kita ada tiga,” bebernya.

Pertama, persoalan yang terkait dengan legalitas usaha. Mulai dari nomor pokok wajib pajak (NPWP) hingga hak kekayaan intelektual (HAKI) penting dalam mendukung memasarkan produk ke mancanegara.

Kedua, di bidang pembiayaan. Pelaku usaha kecil biasanya memiliki akses yang sulit dalam pembiayaan. Pelaku UMKM/UMK selalu dihadapkan dengan bunga yang tinggi saat ingin mendapatkan akses pendanaan.

“Hal itu sudah ditangani pemerintah, salah satunya dengan kredit usaha rakyat. Dari BRI, PNM, Pegadaian, berkolaborasi,” imbuh anggota parlemen tiga periode ini.

Kemudian masalah yang ketiga adalah pendampingan. Melani bilang, identifikasi masalah UMKM atau UMK dalam meningkatkan tata kelola usaha adalah hal yang penting.

“Legalitas, pembiayaan dan pendampingan sangat penting bagi pelaku usaha mikro untuk proses naik kelas dan meningkatkan daya saing produk. Jangan segitu-segitu aja,” bebernya.

Oleh karenanya, kegiatan sosialisasi saat ini yang bertujuan untuk Meningkatkan Pemahaman Pelaku Usaha Mikro Strategis terhadap Penerapan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Rendah, Menengah Tinggi dan Standar Nasional Indonesia, Bina UMK serta Sertifikasi Jaminan Produk Halal seperti saat ini sangat penting dilakukan guna.

“Ternyata di Dapil saya, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan yang pengusahanya kebanyakan UMKM belum mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB). Hari ini akan difasilitasi, yang belum punya akan diberikan. Ini untuk mempermudah,” tutur Melani.

Sebagai anggota DPR, Melani mengucapkan terima kasih kepada mitra-mitranya. “Saya ingin konstituen-konstituen saya lebih maju lagi,” tandasnya.

Selain Melani, acara ini juga menghadirkan Analis Muda Bidang Kemudahan Usaha Mikro Kemenkop UKM Erni Suryaningrum dan Garda Transfumi DKI Jakarta Hadi Hardilani.

Hadi menjelaskan tahapan untuk mendaftar NIB yang prosesnya diklaim hanya butuh 10 menit. Dari sekitar 60 pelaku UMK dan UMKM yang hadir, sebanyak 20 di antaranya, atau sepertiganya, belum punya NIB.

“NIB itu KTP-nya wirausahawan, mudah-mudahan ke depannya bisa seperti ID, KTP, SIM. Bisa dibawa, nggak dipajang,” harap Hadi. Dia pun membantu para peserta untuk mendaftarkan NIB mereka.

Sementara Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ali Muhammad Johan menyatakan, pandemi Covid-19 tak menyusahkan UMK dan UMKM. Ada juga yang meraup berkah, dengan memanfaatkan teknologi.

“Dengan sistem online malah banjir order,” ungkapnya. Salah satunya produk tekstil lokal, Erigo, yang bisa masuk fashion show di New York karena bekerja sama dengan online shopee.

“Kebanjiran order akhirnya bekerja sama dan diundang, tapi bukan Citayem Fashion Week ya, New York Fashion week,” kelakarnya disambut tawa peserta.

Selain permodalan dan lokasi, Ali menyebut, kendala lain yang dialami para pelaku UMK dan UMKM adalah pemasaran. Diungkapkannya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, setiap hari Jumat mengendorse produk UMKM untuk membantu pemasarannya.

“Jadi yang nanti mention beliau, beliau retweet lagi, biasanya di Twitter, tapi di Instagram juga. Itu salah satu bantuan juga buat mempromosikan produknya,” ungkap Ali.

Dalam kesempatan ini, Melani menerima hadiah berupa sepasang sepatu produk UMKM bermerek Damelia. Melani tampak senang.

“Mudah-mudahan tetap semangat berusaha. Jika usaha mikro kuat, maka perekonomian Indonesia semakin baik di masa depan,” tutup Melani. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here