Sedekah, Pelampung Penyelamat

96
Ilustrasi: Sedekah.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Orang yang sudah meninggal, tak ubahnya seperti orang yang menyeberangi samudra luas tanpa KAPAL dan tanpa pelampung, berenang diterpa badai kencang terombang-ambing dan terus berteriak meminta pertolongan.

TRUE STORY:

Demikianlah diingatkan oleh Khalifah Amiirul Mukminiin Abu Bakar As-Shiddiiq RA:

من دخل القبر بلا زاد فكانما ركب البحر بلا سفينة. ما الميت قبره الا كالغريق المغوث. (من كلمات امير المؤمنين ابى بكر الصديق رضى الله عنه)

“Siapa yang meninggal dan sudah dimasukkan ke dalam Kubur TANPA MEMBAWA bekal amal shalih yang cukup, tak ubahnya seperti orang yang menyebarangi Samudera luas tanpa Kapal, tanpa pelampung yang terus menerus meminta pertolongan”.

BACA JUGA: Berbuatlah

POINTERS:

1- Keadaan orang yang meninggal di dalam kubur, tak ubahnya seperti orang yang tenggelam, yang terjatuh ke dalam lautan luas tanpa pelampung diterjang badai dan hujan besar, yang senantiasa mengharap pertolongan.

2- Kapal dan Pelampung itu adalah sedekah dan peduli sesama, ibadah amal shalih.

Allah SWT berfirman:

وانفقوا من ما رزقناكم من قبل ان ياتي احدكم الموت فيقول رب لولا اخرتنى الى اجل قريب فاصدق واكن من الصالحين. (سورة المنافقون ٦٣ الاية ١٠)

“Dan infakkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum KEMATIAN datang menjemput, lalu barulah berkata penuh penyesalan; “Yaa Allah, Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku akan BERSEDEKAH dan aku akan termasuk orang orang yang shalih,” (QS. Al-Munafiquun, surah ke-63, ayat 10, halaman 555).

BACA JUGA: Jika Demam Tinggi

3- Kita semua, saat ini sedang menunggu giliran dijemput oleh kematian dan akan dimasukkan ke dalam sebuah kapal bernama “BARZAKH untuk menyeberangi Samudera luas menuju “Alam Akhirat”.

Berapa lama dalam penyeberangan ini? Wallaahu A’lam.

Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya, kini telah lebih dari 1444 tahun berada di alam “Barzakh”, padahal mereka hidup di Dunia hanya 63 tahun saja.

Rasulullah ﷺ, meninggal di usia 63 tahun, Abu Bakar RA meninggal di usia 63 tahun, Umar RA meninggal di usia 63 tahun, Ali RA meninggal di usia 63 tahun juga. Hanya Usman RA yang meninggal di usia 82 tahun.

4- Berbahagialah, mereka yang cukup bekal berupa “Amal Shalih, rajin bersedekah dan suka membantu kesulitan orang, karena Alam “Barzakh” adalah “kapal pesiar yang mewah, indah bagai Istana mewah yang bertaman seperti taman nya surga (روضة من رياض الجنة).

BACA JUGA: Makanan Menentukan Diterima atau Tidaknya Doa

Sebaliknya, mereka yang tidak punya bekal berupa amal shalih, hidup pelit, tidak peduli pada orang lain semasa hidupnya, maka Barzakh baginya (حفرة من حفر النيران), bagai kawah nyala api nya Neraka Jahannam. Na’uudzu billaahi min dzaalik.

5- Masih ada kesempatan, mari perbanyak SEDEKAH, rajin menolong, serius ber amal shalih, dan kurangi kemaksiatan.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan melaksanakan semua perintah Allah SWT, dan menjauhi semua laranhan Nya.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here