Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-140)

VIII. Nabi Zakariya, Yahya, ‘Iysaa, Kehancuran Haekal Sulaiman (Masjidil Aqsha) yang Kedua dan Kemunculan Nashara, Kristen dan Katolik.

63
Lukisan tiga wanita melihat mayat “sosok Yesus” hilang dari gua tempat ditaruhnya mayat pada hari sebelumnya. (E-Reformed, SABDA.org)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Pada saat itu, tidak terkisahkan apakah ada orang yang berusaha mencari Yudas, padahal Yudas datang bersama tentara, masuk ke rumah lebih dahulu dan belum keluar rumah sampai tentara menangkap sosok Yesus. Tidak mungkis Yudas atau bersembunyi karena dirinya datang bersama tentara.

Demikian pula ketika proses pengadilan “sosok Yesus” oleh Sanhedrin, sampai di bawa ke istana gubernur dan raja Herodes. Dia tetap mengaku bahwa dirinya Yudas Ischariot.

Dengan konsistensi pengakuan tersebut sepertinya tidak ada upaya dari pihak Sanhedrin, Istana Gubernur dan Herodes untuk mengidentifikasi kebenaran pengakuan tersebut lebih jauh dengan mencari Yudas Ischariot untuk untuk membuktikan apakah sosok Yesus tersebut berkata bohong atau berkata benar.

Injil Barnabas dan Injil lainnya tidak pula mengkisahkan bagaimana keadaan Yudas Ischariot setelah penangkapan “sosok Yesus”.

Bagi bani Israel, yang dalam sejarah panjang kehidupannya mempunyai banyak rasul yang mempunyai berbagai mukjizat, dan menyaksikan ‘Iysaa telah menunjukkan berbagai mukjizatnya yang mencengangkan sehingga sebagian kaumnya sampai memanggilnya sebagai tuhan, maka seharusnya mereka tidak kesulitan untuk memahami bahwa penyerupaan Yudas seperti Yesus sebenarnya bukan peristiwa yang mustahil terjadi.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri-139)

Namun karena akal dan hatinya telah kafir terhadap Yesus, mereka tidak berusaha mencari kebenarannya.

Oleh karena itu, Al-Quran menyatakan bahwa bani Israel sebenarnya dalam keragu-raguan dalam pembunuhan itu dan hanya mengikuti prasangka dan kemauan nafsu belaka. Mengapa mereka tidak berusaha mencari Yudas yang tiba-tiba hilang lenyap seperti ditelan bumi. Sedangkan sebelumnya telah mendapatkan banyak uang dari pejabat agama.

Bahkan mestinya Yudas setelah peristiwa penyaliban dapat muncul dengan menunjukkan diri sebagai orang yang kaya karena dirinya adalah pembawa pundi pundi sumbangan pengikut Yesus dan mendapat bayaran tinggi dari para pejabat agama.

Setelah itu, bahkan tidak ada kisah tentang kelanjutan kehidupan Yudas Ischariot maupun kisah kematiannya. Dia tiba-tiba menghilang secara misterius bersamaan ditangkapnya sosok Yesus.

Maka sungguh malang nasib Yudas Ischariot. Bagi sebagian bani Israel, hilangnya Yudas tidak perlu dipersoalkan, karena jika “sosok Yesus” yang mereka tangkap kemudian berubah lagi menjadi Yudas, maka tuduhan kepada Yesus akan berubah menjadi tuduhan sebagaiseorang penyihir.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri-138)

Meskipun hilangnya Yudas pasti menimbulkan tanda tanya dan menjadi bukti keragu raguan bagi mereka, tetapi hati mereka telah tertutup terhadap Yesus dan mereka tidak mengakuinya sebagai Nabi atau rasul maupun messiah.

Maka sungguh malang nasib Yudas Ischariot. Bagi agama Kristen, Katolik, protestan dan lainnya, yang meyakini bahwa yang disalib adalah Yesus bukan Yudas. Karena setelah disalib, Yesus bangkit kembali dan meninggalkan wujud manusianya dan kembali menjadi wujud Tuhan atau Anak Tuhan. Agama ini telah mempunyai keyakinan dengan jawaban teologisnya. Tidak ada pentingnya mencari pembuktian atas keberadaan sosok Yudas Ischariot.

Maka sungguh malang nasib Yudas Ischariot. 600 tahun kemudian para pemeluk agama Islam, karena dari firman Allah, telah meyakini dan tidak ada keraguan sama sekali bahwa berdasarkan Al-Quran, yang disalib bukanlan Nabi ‘Iysaa.

Hilangnya Yudas sejak saat penangkapan sosok Yesus adalah karena Yudas telah diserupakan Yesus. Dengan demikian tidak akan pernah ditemukan mayat Yudas.

Maka sungguh malang nasib Yudas Iskhariot, yang figurnya adalah orang penting dalam sejarah yang keberadaannya di sebutkan dalam kitab tiga agama, namun hidupnya berakhir dengan tragis dalam keadaan dinyatakan murtad dan tidak diketahui jejakny bahkan mayatnyapun tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-137)

20. Kepergian Yesus.

Sosok yang disalib ternyata meninggal dengan cepat, yaitu terjadi pada hari Jumat sore. Mayatnya telah diambil oleh Yusuf dari Abarimathia. Karena besuknya adalah hari sabath dimana kaum yahudi tidak akan melakukan aktifitas apapun, maka mayatnya di tempatkan terlebih dahulu di sebuah gua di Golgota dengan diparami agar tidak busuk dan pada hari minggu akan dikuburkan.

Injil Barnabas 218 mengkisahkan, pada hari minggu, beberapa orang pengikut Yesus pergi ke gua untuk meminyaki jenazah. Tetapi ternyata, mereka menjadi terkejut karena jenazah “sosok Yesus” telah hilang. Berita hilangnya mayat “sosok Yesus” tersebut diikuti oleh berita bahwa sosok Yesus tersebut telah bangkit lagi segera tersebar dengan cepat di Yerusalem.

Berita “sosok Yesus” bangkit lagi saat itu bukan sesuatu yang mengherankan, karena Yesus pernah membangkitkan kembali Lazarus. Sehingga kalau Yesus menunjukkan mukjizatnya lagi yaitu ketika mati setelah disalib kemudian bangkit lagi, peristiwa seperti itu bukan sesuatu yang mengherankan bagi bani Israel.

Terdapat perbedaan informasi tentang hilangnya mayat “sosok Yesus” pada Injil Barnabas 218 dengan informasi pada Injil Matius 28 : 1-6, Injil Markus 16 : 1-7, Injil Lukas 24 : 1-6, Injil Yohanes 20 : 1-7.

Injil Barnabas menginformasikan bahwa mayat Yudas telah diambil orang tidak bertaqwa, menyembunyikannya sambil menghembuskan kabar bahwa Yesus bangkit kembali, sehingga menimbulkan kegemparan.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-136)

Setelah itu, Maryam, Barnabas dan lainnya pulang ke Nazareth. Namun, ketika berita tentang Yesus telah bangkit kembali sampai ke Nazareth, kemudian Maryam mengajak Barnabas dan lainnya pergi ke Yerusalem untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Sedang Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, menginformasikan yang datang pada hari minggu pertama adalah Maryam dan Maria Magdalena dan melihat telah hilangnya mayat “sosok Yesus” kemudian bertemu malaikat di kubur tersebut dan malaikat tersebut mengatakan Yesus telah bangkit lagi.

Injil Barnabas 219-220 menginformasikan, karena berita tentang hilangnya jenazah telah menggegerkan penduduk Yerusalem sehingga majelis Sanhedrin membuat maklumat yang melarang penduduk membicarakan Yesus dengan ancaman hukuman yang berat yaitu akan di rajam.

Meskipun ada maklumat yang dapat membahayakan dirinya, karena adanya berita tentang bangkitnya Yesus, membuat Maryam berkeras hati untuk pergi ke Yerusalem untuk menyatakan kebenaran berita tersebut.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-135)

Injil Barnabas mengkisahkan di Yerusalem, disebutkan pada suatu ruangan di rumah Maryam, dimana di ruangan tersebut terdapat Maryam, Martha dan Maria maghdalena, Barnabas, John, James dan Peter, tiba-tiba Yesus datang kepada mereka dengan diantar oleh malaikat Jibril, Mikail, Rafail, dan Uriel. Tentu kehadiran Yesus dan empat malaikat tersebut mengagetkan sekaligus menggembirakan mereka.

Maryam Ibu Yesus kemudian bertanya panjang lebar yang intinya adalah bertanya tentang maksud Allah atas semua kejadian yang menimpanya (Yesus), membiarkannya mati dengan mempermalukan keluarga, sahabat sahabatnya dan ajaran ajaran agamanya, membuat setiap orang yang mencintainya telah menjadi seperti mati.

Yesus kemudian meminta malaikat Jibril menjelaskan kepada ibunya yang dijawab malaikat Jibril bahwa Allah telah memerintahkannya mengambil Yesus dan telah mengubah rupa Yudas (dengan menyerupakan Yesus), sehingga Yudas memperoleh penderitaan dari hukuman itu akibat dari perbuatannya menjual orang lain (Yesus).

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here