Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-136)

VIII. Nabi Zakariya, Yahya, ‘Iysaa, Kehancuran Haekal Sulaiman (Masjidil Aqsha) yang Kedua dan Kemunculan Nashara, Kristen dan Katolik.

56
Lukisan nubuwat Yesustentang serangan terhadap Yerusalem dan Baitullah Haekal Sulaiman. (Sumber: newscast-pratyaksha)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Allah berfirman kepadamu: “Yaa kota keras hati dan murtad pikiran. Aku telah mengutus kepadamu hamba-Ku dengan tujuan agar dia dapat mengubah hatimu lalu kamu bertobat. Namun kamu yaaa kota kekacauan, telah melupakan semua yang telah Aku lakukan terhadap Mesir dan Fir”aun karena kasih sayang kepadamu.

Banyak di antara kamu berulang kali menangis sehingga hamba-Ku berkenan menyembuhkan tubuh kalian yang penyakitan. Namun kalian berusaha membunuh hamba-Ku, padahal dia berusaha untuk menyembuhkan ruh kalian dari dosa. Akankah kalian tidak aku hukum? Lalu akan hidup kekal dan kesombongan kalian membebaskan kalian dari tangan-Ku? Pasti tidak.

Karena Aku akan mendatangkan panglima panglima beserta angkatan perang melawan kalian, mereka akan mengepung kalian dengan kekuatan dan dengan cara itu Aku akan memberikan kalian kepada tangan tangan mereka, sehingga kesombonganmu akan jatuh kebawah ke dalam neraka. Aku tak akan memaafkan orang orang tua dan para janda, Aku tak akan memaafkan anak anak, Aku akan membuat kalian semua mengalami kelemahan dan cemoohan.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-135)

Sedang rumah ibadah itu (Haekal Sulaiman), Aku menutupnya dengan ampunan, Aku akan menjadikan binasa bersama kota itu. Akhirnya kalian akan dijadikandongeng dengan ejekan dan dijadikan peribahasa (buruk) bagi bangsa bangsa. Demikianlah kemurkaan-Ku melekat kepadamu dan perasaan marah-Ku tiada akan luntur memudar”.

Injil Matius 23 : 37-38 dan 24 : 1- 2, memberikan informasi yang serupa yaitu, Yerusalem telah membunuh Nabi Nabi dan melempari batu rasul yang diutus kepada mereka padahal rasul ingin menyelamatkan mereka sehingga Yerusalem akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.

Ketika keluar dari bait Allah, Yesus berkata kepada murid muridnya: “Kamu melihat semua itu, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu pun batu disini akan dibiarkan terletak diatas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan”.

Injil Markus 13 : 1– 2, juga menyatakan perkataan Yesus tentang runtuhnya Bait Allah Haikal Sulaiman. Injil Lukas 13 : 34-35 juga menyampaikan hal yang sama, dimana Yerusalem akan menjadi sepi ditinggalkan karena perbuatan penduduknya yang membunuh Nabi Nabi dan melempari batu utusan Allah.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-134)

Jeritan Nabi ‘Iysaa dan hukuman pada Bani Israel yang diungkapkan oleh Injil Barnabas dan Injil lainnya tersebut, disebutkan secara ringkas pada QS. An-Nisa 155-157 dan QS. Al-Isra 4-7. QS. An-Nisa 155-157 menyebutkan: “Maka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan karena mereka mengatakan-hati kami tertutup-.

Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafiran mereka, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman, dan Kami hukum juga karena kekafiran mereka (terhadap ‘Iysaa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam, dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka- sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, ‘Iysaa putra Maryam, rasul Allah- padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan ‘Iysaa.

Sesungguhnya mereka berselisih pendapat tentang (pembunuhan) ‘Iysaa, selalu dalam keragu raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa yang sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-133)

Bani Israel telah berkali kali membunuh Nabinya sendiri, terutama pada masa kerasulan Nabi Ilyas dan Nabi ‘Iysaa. Dan membuat tuduhan yang keji bahwa Maryam telah berzina. Sedang pada masa Nabi ‘Iysaa mereka telah membunuh Nabi Yahya dan Nabi Zakariya.

Mereka juga berusaha membunuh Nabi ‘Iysaa, namun karena pertolongan Allah kepada Nabi ‘Iysaa, maka yang dibunuh adalah orang yang diserupakan Nabi ‘Iysaa. Dan mereka bangga melakukan pembunuhan itu dengan menyebut telah membunuh ‘Iysaa rasul Allah. Sebebanrnya mereka tidak mengakui ‘Iysaa sebagai rasul Allah sehingga mereka berusaha membunuhnya.

QS. Al -Isra’ 4-7 menyebutkan: “Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila saat hukuman bagi (kejahatan) itu datang, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka meraja lela di kampung-kampung. Dan itulah ketepatan yang pasti terlaksana.

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (masjidil AQS.ha), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai”.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-131)

Pada masa sebelumnya Bani Israel pernah dihukum sangat keras yaitu ketika wilayah Samaria dihancurkan sargon II sedang wilayah Yudea, Yerusalem dan haekal Sulaiman diruntuhkan, dihancurkan dan dibakar tantara Nebukadnezar, hingga haekal Sulaiman tinggal puing puing onggokan batu, penduduknya diboyong kenegeri orang diperbudak di negeri orang.

Lalu mereka di tolong Allah, dipulangkan dan dapat kembali membangun kotanya dan membangun haekal Sulaiman lebih megah dari sebelumnya, namun mereka kemudian lupa dan mengingkari kitabnya, mengingkari rasulnya bahkan membunuh Nabi Yahya dan Nabi Zakariya dan berusaha membunuh Nabi Iysa. Maka hukuman kedua yang tidak kalah kerasnya akan segera datang yang akan meruntuhkan kembali kota Yerusalem dan Haekal Sulaiman.

Injil Barnabas 204 menginformasikan, setelah Yesus menyampaikan firman yang menggambarkan kemurkaan Allah tersebut, Yesus kemudian berkata: “Tiadakah kalian tahu bahwa ada rakyat lainnya yang sakit? Demi Allah, di Yerusalem sebenarnya lebih sedikit yang mempunyai jiwa yang segar bugar dari pada mereka yang sakit jasmani. Dan supaya kalian mengetahui kebenaran, aku katakan kepada kalian, Ooo rakyat yang sedang sakit, dengan nama Allah, penyakit kalian pergi dari kalian”.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-130)

Perkatan Yesus untuk menyembuhkan semua rakyat Yerusalem yang sedang sakit saat itu adalah untuk membuktikan bahwa Yesus sebagai rasul Allah telah menyampaikan kebenaran firman kemurkaan Allah yang telah dijatuhkan kepada Yerusalem dan Bani Israil serta kehancuran Haekal Sulaiman.

Rakyat Yerusalem ketika mendengarkan firman kemurkaan Allah tersebut, lalu menangis histeris, memohon ampunan. Namun justru turun firman Allah yang menunjukkan kepalsuan tangisan tersebut.

Firman tersebut menyatakan bahwa Bani Israil menangis karena keruntuhan Yerusalem, bukan menangis karena meminta ampunan setelah menghinakan Allah dengan cara menghinakan utusanNya. Oleh karenanya kemarahan Allah menjadi semakin berkobar. Setelah menyampaikan fimran Allah tersebut, Yesus mengundurkan diri dari kerumunan Bani Israil masuk kedalam bait EL., sedang semua orang berada dalam ketakutan dan tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-129)

18. Jamuan terakhir.

Inijl Barnabas 208 -212 mengisahkan, suatu ketika Yesus didatangi rombongan pejabat agama yang diikuti banyak penduduk, bermaksud menanyakan berita berita yang berasal dari ucapan Yesus tentang Messiah. Setelah berhadapan dengan Yesus, para pejabat agama dan penduduk yang berada di Haikal Sulaiman tersebut mendapatkan jawaban yang tegas dari Yesus bahwa Messiah yang sebenarnya bukan dirinya, namun dari keturunan Ismail yang akan datang setelah kepergiannya.

Injil Yohanes pasal 14 : 16-17, 26, pasal 16 : 5-7, 13, menyebutkan hal yang sama dengan Injil Barnabas tersebut diatas, namun kata kata Messiah disebut sebagai Pesuruh (paraclete) yang akan menolong.

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here