12 Modal Utama Jika Ingin Untung Terus

1025

​Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Berikut ni ada 12 hal, yang jika rutin diamalkan, maka Allah SWT menyiapkan untuknya hasanah (kebaikan) di dunia dan hasanah di akhirat, serta dijauhkan dari siksa api Neraka:

1- Terus Belajar dan Belajar

Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Muslim 2699).

2- Rajin Menjenguk yang Sakit

Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka akan ada Malaikat yang menyeru kepadanya; “engkau telah berbuat baik, langkah kakimu juga baik, serta akan engkau tempati rumah di Surga,” (Hadits Sahih Riwayat Al Imam At Tirmidzi 2008).

BACA JUGA: Anak adalah Amanah yang Akan Dipertanggung-jawabkan

3- Rutin Shalat Sunnah Rawatib 12 Rakaat

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Siapa yang tekun rajin Sholat Sunnah 12 raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi nya rumah di Surga. Dua belas raka’at tersebut adalah: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at sesudah Zhuhur, 2 raka’at sesudah Maghrib, 2 raka’at sesudah ‘Isya, dan 2 raka’at sebelum Subuh,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no.414).

4- Berdzikir

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzaab ayat 35)

BACA JUGA: Dilihat Orang

5- Banyak Bershalawat

Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat, tingkat kemuliaan,” (Hadist Sahih Riwayat Al-Imam An-Nasa’i 1297).

6- Berdoa Setelah Adzan

Rasulullah ﷺ berdabda: “Siapa yang berdoa dan mengucapkan setelah mendengar Adzan: ‘Allaahumma Rabba haadzihid da’watit taammah, wash sholaatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudanilladzii wa ‘ad-tah’

(Yaa Allah, Tuhannya Yang Maha Pemilik panggilan yang sempurna ini, sholat yang ditegakkan, anugerahilah Wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan), maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari no. 614).

BACA JUGA: Doa Pendek Tapi Mencakup

7- Dahulukan Memberi Salam dan Jabat Tangan

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh orang Mukmin apabila bertemu dengan saudara sesama Mukmin lainnya, lalu ia mengucapkan salam kepadanya dan menjabat tangannya, maka akan berguguran dosa dosa keduanya sebagaimana bergugurannya daun daun kering dari pohonnya,” (Ash-Shahihah no. 526).

8- Membaca Al-Quran

Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah Al-Quran, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam At-Tirmidzi 2910).

Usahakan membaca setiap hari minimal 10 ayat. Atau rutin membaca: QS. Al-Faatihah, Ayat Kursi, QS. Al-Kaafirun, QS. Al-Ikhlaas, QS. Al-Falaq, QS. An-Naas.

9- Puasa Tiga Hari Setiap Tengah Bulan

Puasalah setiap pertengahan Bulan Qamariyah, yaitu tanggal 13, 14 dan 15 disebut “Ayyaamul Biidh” (ايام البيض). Rasulullah ﷺ bersabda: “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti pahalanya puasa sepanjang tahun,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari 1979).

BACA JUGA: Boleh Umumkan Infak dan Sedekah untuk Memancing yang Lain

10- Doa Anak untuk Kedua Orangtua

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh, Allah benar benar mengangkat derajat hamba-Nya di Surga. Maka ia pun bertanya: “Wahai Tuhanku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah Menjawab: “Berkat istighfar dan doa anakmu untuk dirimu”,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Ahmad 10232).

11- Rajin Shalat di Awal Waktu dan Berjamaah

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Siapa yang melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah lalu ia tetap duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalolat dua rakaat, maka ia memperoleh seperti pahala Haji dan Umroh”. Beliau pun bersabda: “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna”,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no.586).

BACA JUGA: Pedulilah kepada Orangtua Meski Mereka Telah Tiada

12- Selalu dalam Keadaan Berwudhu

Ada banyak sekali keterangan tentang keutamaan memiliki wudhu setiap saat. Akan ada pembahasan soal wudhu ini. Namun pada kesempatan ini saya hadirkan beberapa keterangan tersebut.

Rasulullah ﷺ menjelaskan, keistimewaan wudhu di antaranya adalah menghapuskan khilaf, dosa dan kesalahan dari setiap anggota tubuh yang dibasuh air wudhu. Maka, orang yang usai berwudhu lalu shalat sunnah dua rakaat, nilainya di sisi Allah seperti bayi yang baru lahir, tanpa dosa.

Demikian ditegaskan Rasulullah ﷺ:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَقْرَبُ وَضُوءَهُ ثُمَّ يَتَمَضْمَضُ وَيَسْتَنْشِقُ وَيَنْتَثِرُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ فَمِهِ وَخَيَاشِيمِهِ مَعَ الْمَاءِ حِينَ يَنْتَثِرُ، ثُمَّ يَغْسِلُ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ أَطْرَافِ أَنَامِلِهِ، ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعَرِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا قَدَمَيْهِ مِنْ أَطْرَافِ أَصَابِعِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَقُومُ فَيَحْمَدُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَيُثْنِي عَلَيْهِ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ، ثُمَّ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ إِلَّا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ. (رواه احمد)

“Tidaklah seorang pun dari kalian yang akan berwudhu, lalu berkumur, menghirup air, dan melepaskannya, kecuali akan keluar dosa dosa dari mulut dan hidungnya bersama air.  Kemudian, tidaklah ia membasuh wajah seperti yang diperintahkan Allah kecuali dosa-dosa wajahnya akan keluar dari ujung-ujung jenggotnya bersama air.

BACA JUGA: Tidur yang Tenang

Kemudian tidaklah ia mencuci kedua tangannya hingga siku kecuali dosa dosa tangannya akan keluar dari ujung jari-jarinya. Kemudian, tidaklah ia mengusap rambutnya kecuali dosa dosa kepalanya akan keluar dari ujung-ujung rambutnya bersama air.

Kemudian, tidaklah ia membasuh kedua kakinya hingga dua mata kaki, sebagaimana yang diperintahkan Allah, kecuali dosa dosa telapak kaki akan keluar dari ujung jari-jarinya bersama air.

Kemudian, tidaklah ia berdiri dan mengucap hamdalah dan memuji Allah dengan pujian yang pantas untuk Allah, kemudian shalat dua rakaat, kecuali ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti pada saat dilahirkan oleh ibunya,” (Hadits Sahih Riwayat Al Imam Ahmad).

Dan masih banyak keterangan lainnya tentang wudhu yang akan kita bahas pada tulisan berikutnya.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhai dan memudahkan kita menjalankan ke-12 hal tersebut di atas. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here