Taliban Wajibkan Presenter Televisi Perempuan Tutup Wajah

77
Wanita bercadar (Foto: News18)

Jakarta, Muslim Obsession — Taliban terus memberlakukan aturan ketat bagi perempuan. Presenter televisi perempuan di Afghanistan diwajibkan menutupi wajah ketika sedang siaran, keputusan yang dianggap sebagai bukti teranyar pembatasan hak-hak kaum hawa di negara itu.

Juru bicara Kementerian Penyebaran Kebaikan dan Pencegahan Kejahatan Taliban, Akif Muhajir, mengatakan bahwa mereka sudah menginformasikan aturan ini kepada perusahaan-perusahaan media di Afghanistan.

“Kemarin kami bertemu dengan pejabat-pejabat media. Mereka menerima anjuran ini dengan senang,” ujar Muhajir kepada Reuters.

Ia menegaskan bahwa perempuan Muslim wajib memakai hijab atau penutup kepala lainnya. Presenter televisi perempuan pun harus menjadi panutan dengan mengenakan penutup wajah.

Meski demikian, Muhajir menyatakan bahwa penutup wajah dapat berupa apa saja, termasuk masker yang biasa digunakan selama pandemi Covid-19.

Saat berkuasa pertama kalinya pada 1996-2001 silam, Taliban memang mewajibkan semua perempuan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh.

Setelah Taliban tak lagi berkuasa, segala pembatasan itu dicabut. Namun, kekhawatiran kembali mengemuka ketika Taliban merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu.

Awalnya, Taliban memang berjanji bakal menghormati hak-hak perempuan. Taliban diduga mengumbar janji-janji tersebut demi mendapatkan dukungan dari komunitas internasional.

Namun, banyak pihak meragukan janji-janji manis Taliban tersebut. Belakangan, Taliban pun mulai memperketat aturan terhadap perempuan di Afghanistan.

Gelagat ini sudah terbaca sejak akhir tahun lalu dan kian nyata pada 2022 ini. Pada 7 Mei lalu, Taliban akhirnya mengumumkan “wajib bagi semua perempuan terhormat Afghanistan untuk memakai hijab. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here