Jangan Nyalip Imam Saat Shalat

123
Shalat berjamaah (Foto: Istimewa)

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Kita berusaha shalat berjamaah, karena ingin memperoleh pahala yang lebih, yaitu pahala 27 kali lipat ganda dari shalat fardhi-fardhi, shalat sendiri-sendiri.

Namun, tidak semua yang shalat berjamaah itu, memperoleh pahala shalat berjamaah yang berlipat lipat ganda itu. Karena untuk memperoleh pahala 27 kali lipat, harus mengikuti aturan shalat berjamaah yang benar.

TRUE STORY:

1- Tunggulah Imam dahulu, baru mulai bergerak. Jangan mendahuli gerakan Imam.

2- Imam juga harus tahu, bagaimana cara memimpin shalat berjamaah.

Mulailah bergergerak dahulu, baru kata aba-abaTakbir bersuara, sehingga para Makmum tahu kapan Makmum bisa memulai bergerak, berpindah atau i’tidAl-dari satu gerakan ke gerakan berikutnya.

BACA JUGA: Di Akhirat Kelak, Ada 3 Kelompok Orang yang Disiksa Habis-Habisan

3- Rasulullah ﷺ bersabda:

أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ – أَوْ: لاَ يَخْشَى أَحَدُكُمْ – إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ، أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ، أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ.  (رواه البخارى و مسلم)

“Tidakkah ada yang tidak takut, jika ada yang mengangkat kepalanya sebelum Imam.  Sungguh, Allah SWT akan menjadikan kepalanya seperti kepala keledai, atau Allah akan menjadikan rupanya seperti bentuk keledai?” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari no. 691 dan Muslim no. 427).

4- Gerakan Makmum, yang mendahului Imam, shalatnya TETAP SAH, hanya tidak memperoleh pahala shalat berjamaah.

BACA JUGA: Jika Hati Mulai Merasa Malas, Lakukan Hal Ini..

POINTERS:

1- Sungguh, indah hidup ini, jika yang memimpin tahu kondisi dan hak-hak yang dipimpin.

2- Kesalahan saat akan sujud setelah I’TIDAL-adalah Makmum sudah bergerak lebih dahulu, sudah membungkuk sementara kening Imam belum menyentuh tempat sujud.

3- Semestinya, Makmum, baru mulai bergerak sujud, setelah kening Imam tiba di lantai sujud.

4- Dan para Imam sebaiknya menggerakkan tubuhnya terlebih dahulu sampai posisi ruku’ dan sujud, baru mengucapkan kalimat Takbir untuk menghindari gerakan Makmum mendahului Imam.

5- Dari Hadits riwayah Al-Baraa’, ditegaskan bahwa para Sahabat Rasulullah ﷺ, Makmum baru membungkukkan badannya, ketika Rasulullah ﷺ sudah meletakkan keningnya di tempat sujud.

BACA JUGA: Hal Kecil Tapi Penting

6- Sahabat Al-Barraa’ RA menuturkan, bahwa:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ لَمْ يَحْنِ أَحَدٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَقَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاجِدًا ثُمَّ نَقَعُ سُجُودًا بَعْدَهُ

“Jika Rasulullah ﷺ mengucapkan ‘Sami’allaahu liman hamidah’, tidak seorangpun dari kami yang membungkukkan punggungnya sebelum Rasulullah ﷺ benar-benar telah meletakkan keningNya di tempat bersimpuh dalam sujud, barulah setelah itu kami mulai bergerak untuk bersujud,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari 649).

7- Pada Hadits lain dijelaskan, bahwa:

كُنَّا نُصَلِّي خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ لَمْ يَحْنِ أَحَدٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَضَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَبْهَتَهُ عَلَى الْأَرْضِ

“Kami pernah shalat di belakang Rasulullah ﷺ, ketika beliau mengucapkan: ‘Sami’allaahu liman hamidah (Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya), tidak seorang pun dari kami yang bergerak memulai membungkukkan punggungnya sampai Rasulullah ﷺ telah meletakkan keningnya di lantai,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Al-Bukhari 769).

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan meneladani Rasulullah ﷺ.

Dan senantiasa Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here