Jangan Langsung Ditinggal Pergi, Bertafakurlah Sejenak

525
Ilustrasi pemakaman.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Setiap ada yang meninggal, jadikanlah momentum untuk menambah amal shalih. Mengantar Jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya adalah Sunnah Rasul, ibadah amal shalih.

Jika tidak bisa karena ada halangan, minimal lakukan SHOLAT GHOIB di rumah atau di masjid, sendiri atau berjamaah.

Jika ikut mengantar Jenazah ke pemakaman, maka usai pemakaman, tetaplah tinggal sejenak, jangan langsung ditinggal pergi.

Inilah kesempatan emas untuk sejenak bertafakkur, merenung, bahwa suatu hari kita juga akan dikebumikan, dan akan berada di lubang Kubur yang disebut Barzakh, sampai “Yaumul Qiyaamah”, hari kebangkitan dari Kubur menuju Hisab, perhitungan segala amal di Dunia.

BACA JUGA: Kita Terus Disadap dan Direkam

TRUE STORY:

1- Sebuah kisah nyata, Sahabat terdekat Rasuulullaah SAW bernama Utsman bin Affan RA menuturkan, bahwa:

من حديث عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم : إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ ، فَقَالَ: اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ. (وصححه الشيخ الألباني في صحيح أبي داود)

“Nabi SAW ketika selesai menguburkan mayat, beliau berdiri sejenak dan bersabda: “Berdoa dan mohonkanlah ampunan untuk Saudara saudara kita yang telah neninggal, dan mohonkan juga untuk mereka keteguhan kemampuan untuk menjawab. Karena dia sekarang sedang ditanya,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Abu Daud).

2- Engkau pun akan mengalami kematian dan akan dikuburkan pula. Allaah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ . (الجمعة ٦٢ الاية ٨)

“Katakanlah: Sungguh, kematian yang kamu lari menghindarinya pasti akan datang menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Allaah, Tuhan Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Allaah Beritakan kepadamu apa yang selama ini kamu lakukan,” (QS. Al-Jumu’ah, surah ke-62, ayat 8, halaman 553).

BACA JUGA: Biasakan Baca Dua Ayat Ini Saat Akan Tidur, Maka Kondisi Akan Membaik

POINTERS:

1- Sunnah Rasul SAW, dianjurkan berdoa dalam posisi berdiri untuk mereka yang baru saja dikebumikan.

2- Para Ulama yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Daaimah Lil Iftaa’, 9/17, memfatwakan bahwa disunnahkan berdoa untuk yang baru saja dikebumikan dalam posisi berdiri.

3- Berdasarkan Hadits di atas, seusai memakamkan jenazah, dianjurkan agar didoakan:

اللهم اغفر له . اللهم ثبته

Atau

الله اغفر لها. اللهم ثبتها

Notes:

اللَّهُمَّ اغْـفِـرْ لَــهُ

“Allaahummaghfir lahuu” untuk laki, sementara “Allaahummaghfir lahaa” untuk perempuan. (Yaa Allah, ampunilah dia).

اللَّهُمَّ ثَـــبـِّـــتْهُ / ثبتها

“Allaahumma tsabbithu” untuk laki, sementara “Allaahumma tsabbithaa” untuk perempuan. (Yaa Allah, berilah keteguhan kepadanya).

BACA JUGA: Pilih Pemimpin yang Menambahkan Pahala untuk Pemilihnya

4- Allaah SWT melarang menyalatkan mayat orang-orang MUNAFIK dan berdiri di samping kuburnya untuk berdoa memohonkan ampun bagi mereka.

Sebaliknya, berbeda terhadap orang-orang Mukmin, justru dianjurkan untuk mendoakan mereka. Ini adalah ibadah yang besar pahalanya bagi yang telah meninggal juga untuk yang berdoa.

Allah SAW Berfirman:

وَلا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ . (التوبة ٩ الاية ٨٤)

“Dan janganlah kamu sekali-kali men Shalat kan jenazah seorang pun yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. Sungguh, mereka telah kafur pada Allaah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik,” (QS. At-Taubah, surah ke-9, ayat 84, halaman 200).

BACA JUGA: Amalkan Doa Ini Sambil Antre Masuk TPS

5- Sangat dilarang menagis meraung raung di dekat jenazah. Tapi dinjurkan banyak berdoa dan baca Al-Quran.

6- Mengantar Jenazah ke pemakaman, adalah ibadah amal shalih. Maka setiap ada yang meninggal, jadikanlah momentum MENAMBAH pahala, sekaligus peringatan buat diri kita bahwa tidak ada yang kekal.

7- Selagi hidup, perbanyaklah bekal untuk Akhirat agar tidak disiksa di Kubur dan di Akhirat kelak: perbanyak istighfar, bersedekah dan berbuat baik kepada Ibu bapak.

Yaa Allaah, anugerahkan kami kemudahan dan kemampuan untuk selalu beramal shalih, dan mengingat akan kematian. Yaa Allaah bimbing kami untuk selalu eling mengingat-Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya hanya kepada-Mu yaa Allaah;

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here