Ini Waktu Terbaik untuk Sarapan dan Makan Malam Agar Terhindar dari Penyakit Jantung

662
Ilustrasi: Makan. (Foto: Getty Images)

Muslim Obsession – Penelitian baru, yang diterbitkan bulan lalu di Nature Communications, menemukan bahwa sarapan setelah jam 9 pagi dan makan malam setelah jam 9 malam, dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, terutama di kalangan wanita.

“Penelitian ini adalah yang pertama untuk membangun hubungan potensial antara kesehatan jantung dan waktu makan,” jelas Bernard Srour, PharmD, PhD, MPH, salah satu penulis studi tersebut, dilansir laman Health.com., Kamis (18/1/2024).

“Penelitian sebelumnya telah menemukan kemungkinan hubungan antara melewatkan sarapan dan kesehatan metabolisme yang kurang baik. Tetapi tidak banyak yang diketahui mengenai hubungan antara waktu makan dan penyakit kardiovaskular.”

Srour dan rekan-rekannya ingin menilai apakah pola makan kita—bukan hanya apa yang kita makan—dapat berdampak besar pada kesehatan jantung, dan pada akhirnya membuka pintu bagi strategi pencegahan.

Para peneliti mengumpulkan data dari lebih dari 103.000 orang dewasa (mayoritas di antaranya adalah perempuan) yang terdaftar dalam studi NutriNet-Santé. Kelompok besar Perancis ini telah melacak kebiasaan kesehatan subjek sejak tahun 2009.

Tim kemudian menganalisis rata-rata 5,7 hari dari catatan diet 24 jam subjek selama rata-rata 7,2 tahun. Setiap tambahan jam penundaan makan pertama di hari itu dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi secara keseluruhan.

Hal yang sama juga berlaku untuk setiap jam keterlambatan waktu makan terakhir pada hari itu. Dibandingkan dengan mereka yang makan terakhir sebelum jam 20.00, mereka yang makan terakhir setelah jam 9.00 malam. memiliki risiko 28% lebih tinggi terkena penyakit serebrovaskular.

Menurut Srour, hubungan antara waktu makan dan kesehatan jantung kemungkinan besar ada hubungannya dengan interaksi antara makan dan ritme sirkadian.

“Waktu makan mengatur jam biologis yang terlibat dalam beberapa fungsi sirkadian seperti mengatur tekanan darah, metabolisme, dan sekresi hormonal,” ujarnya.

Masing-masing faktor ini berperan besar dalam kesehatan jantung. Ritme sirkadian bawaan kita memiliki pengaruh yang kuat, misalnya, terhadap sensitivitas insulin—sejauh mana tubuh dapat menggunakan gula dari makanan.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa tubuh lebih sensitif terhadap insulin di pagi hari dibandingkan di malam hari.

Ketika sensitivitas ini menurun—menyebabkan resistensi insulin—hal ini dapat menyebabkan gangguan kardiometabolik seperti peradangan, disfungsi endotel, dan hipertensi.

“Masing-masing hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung. Dengan menunda makan pagi, orang dapat mempersiapkan diri untuk penyerapan insulin yang buruk dan, dengan demikian, risiko kesehatan jantung,” kata Bhupendar Tayal, MD, ahli jantung dan asisten profesor kedokteran di Case Western Reserve University, kepada Health.

Ditambah lagi, makan di malam hari, ketika melatonin (hormon tidur) berada pada puncaknya, dapat mencegah tubuh memetabolisme makanan secara efisien.

Sebuah studi pada tahun 2020 menemukan bahwa, dibandingkan makan lebih awal di malam hari, makan lebih larut malam lebih cenderung menyebabkan penambahan berat badan dan mengganggu metabolisme lemak.

Karena obesitas sangat berkorelasi dengan penyakit jantung, tidak mengherankan jika faktor ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Meskipun studi baru ini menemukan hubungan yang signifikan antara kesehatan jantung dan waktu makan, penelitian ini bukannya tanpa beberapa keterbatasan. Penting untuk dicatat bahwa temuannya menunjukkan adanya korelasi, bukan sebab-akibat.

Beberapa faktor perancu juga dapat mempersulit hasil penelitian ini.

Subjek yang makan larut malam juga menunjukkan berbagai perilaku kurang sehat dibandingkan subjek yang makan lebih awal. Mereka lebih cenderung merokok, minum lebih banyak alkohol, lebih sering mengonsumsi minuman keras, dan tidur lebih malam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here