Dewa Hubal, Kaum Musyrik, dan Ahlul Kitab

1812

Benar saja, salah satu sahabat yang ikut hijrah bernama Ubaidullah bin Jahsyi, suami Ummu Habibah, kemudian masuk Kristen di Habasyah sampai akhir hayatnya. Sejarawan Mesir Muhammad Haekal berpendapat, Muhammad bukan tidak mempertimbangkan kemungkinan ada sahabatnya yang masuk Kristen saat hijrah ke Habasyah. Tapi, jika pun konversi itu terjadi, itu masih lebih baik dibanding mereka menyembah berhala.

Pertanyaannya, benarkah semua ahlul kitab saat Muhammad baru diangkat jadi nabi mengajarkan trinitas? Jawabannya tidak. Mari cermati dua catatan historis ini:

Pertama, di Makkah saat itu ada ahlul kitab yang mengakui kenabian Muhammad dan bertauhid murni pada Allah, yakni Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay Al-Quraisyi. Dia adalah penganut Nashrani, seorang imam Nestorian, sekaligus paman Khadijah, istri nabi. Waraqah mengakui kerasulan Muhammad saat Khadijah memberitahu pamannya soal wahyu pertama yang diterima suaminya itu.

Kedua, ketika umat Islam generasi pertama ditekan oleh Quraisy, Muhammad memerintahkan mereka dua kali hijrah ke Habasyah pimpinan Raja Najasyi. Raja Kristen ini menganut paham tauhid, mengakui bahwa Isa atau Yesus hanyalah seorang nabi, sekaligus melindungi kaum Muslim dari tekanan elit Quraisy.

Bahkan, saking Najasyi berpegang pada ajaran tauhid yang diajarkan Nabi Isa AS, Allah SWT sampai memerintahkan Muhammad SAW melakukan salat gaib saat sang raja wafat. Jadi, salat gaib pertama dalam sejarah Islam justru dilakukan atas penganut Kristen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here