Bagaimana Kita Menghadapi Bala?

70

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Bala atau ujian tak dapat kita cegah. Hanya, bagaimana cara menghadapinya? Musibah dan bencana silih berganti menerpa. Ada apa ?

TRUE STORIES:

1- Allah SWT sudah mengingatkan:

اولا يرون انهم يفتنون فى كل عام مرة او مرتين ثم لا يتوبون ولا هم يذكرون. (التوبة ٩ الاية ١٢٦)

“Dan tidakkah mereka MEMPERHATIKAN bahwa mereka akan diuji sekali atau dua kali setiap TAHUN, namun mereka tidak juga BERTAUBAT dan tidak pula mengambil pelajaran,” (QS. At-Taubah 9: 126).

BACA JUGA: Ungkapkan Kebaikannya, Abaikan Kekurangannya

2- Allah SWT juga Berfirman;

وما كان الله ليعذبهم وانت فيهم.  وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون. (الانفال ٨ الاية ٣٣)

“Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau berada di antara mereka. Dan tidak pula Allah akan menghukum mereka, selama mereka tetap memohon ampunan (banyak beristighfar),” (QS. Al-Anfaal 8: 33).

POINTERS:

1- Jika banyak bala, bencana, musibah atau pandemik wabah, ini adalah pertanda ada yang NAKAL BERJAMAAH, dan tidak banyak ber-Istighfar, memohon ampunan.

2- Saat Al-Imam Al-Juned ditanya, apakah BALA itu, hukuman dari Allah atau penghapusan dosa atau ujian kenaikan derajat?

BACA JUGA: Don’t Stop After Ramadhan: Mestinya Witir Tidak Saat Ramadhan Saja

Al-Juned menjawab:

– Jika engkau marah marah saat tertimpa Bala, maka itu adalah HUKUMAN bagimu.

– Jika engkau sabar di saat tertimpa Bala, maka itu adalah PENGHAPUS dosa-dosamu.

– Jika engkau rela, tenang dan ikhlas berserah diri menerimanya, maka bala itu adalah TANGGA yang meninggikanmu ke derajat tinggi di mata Allah SWT.

Demikianlah inti dari terjemahan ungkapan berikut ini:

ما هو البلاء؟

هل هو عقاب من الله ام كفارة ام ارتقاء؟

فاجاب الجنيد

ـ اذا غضبت فهو عقاب

ـ واذا صبرت فهو كفارة

ـ واذا رضيت فهو ارتقاء

اللهم ارفع عنا البلاء والاهواء وتسلط الاعداء

BACA JUGA: Selamat Jalan Ramadhan, Kami Akan Bersama Puasa Syawal Lagi

3- MAKA, bersabar dan percayakanlah semua urusan kepada Allah SWT, seberat apapun bala, wabah, musibah, bencana, atau ujian yang menimpa. Akan terasa ringan dan biasa biasa saja jika Tawakkal dan berbaik sangka selalu pada Allah SWT.

4- Jangan pernah mengeluh apa lagi marah-marah, pasti akan bertambah berat lagi, dan bala pun tak kunjung berakhir.

Semoga Allah SWT selalu melindungi, mengampuni dan merahmati kita. Menjauhkan kita dari semua virus, wabah, bala dan musibah. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here