Tidak Sama, Ini Bedanya Pesantren Lansia dan Rumah Jompo

461

Muslim Obsession – Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK MUI), Siti Ma’rifah menyebut program Pesantren Lansia berbeda dengan rumah jompo.

Hal tersebut disampaikannya kepada MUIDigital setelah kegiatan peletakan batu pertama Pesantren Lansia Cendekia di Cipayung Jakarta Timur, Selasa (23/1/2024).

“Perbedaan keduanya terletak pada program-program yang disiapkan Pesantren Lansia. Umumnya rumah jompo hanya fokus pada kebutuhan fisik para orang tua, lain halnya dengan Pesantren Lansia yang turut memperhatikan aspek spiritual bahkan psikologis para orang tua,” kata Siti Ma’rifah.

Ketahanan keluarga, yang selama ini menjadi fokus program KPRK MUI umumnya menyasar kepada anak dan perempuan. Oleh karena itu, Siti Ma’rifah menyampaikan lingkar perhatian KPRK diperluas juga kepada orang tua. Sebab, mereka merupakan bagian dari keluarga.

Menurut dia, fenomena lain yang mendorong adanya Pesantren Lansia adalah adanya pengabaian anak kepada orang tua, khususnya menjelang pada masa lansia. Dia menyebut, bahkan ada yang memperlakukan orang tua tidak manusiawi.

Dari sini KPRK MUI menilai pentingnya perhatian lebih untuk para lansia. Selain itu, Indonesia yang akan menuju generasi emas 2045 diiringi pula dengan meningkatnya jumlah lansia.

Dengan demikian, apabila perhatian kepada para lansia ini diabaikan maka ketahanan keluarga akan turut goyah. Program Pesantren Lansia juga mendorong para orang tua untuk tetap produktif menikmati di masa tua.

“Ini memang program pertama kalinya bagi KPRK MUI untuk Pesantren Lansia. Ke depannya, insyaallah akan banyak lagi pesantren serupa dengan segmentasi yang berbeda, seperti diperuntukkan untuk lansia dhu’afa,” jelasnya

Ketua KPRK MUI juga berterima kasih kepada Rumah Zakat, Rumah Wakaf, dan keluarga Ibu Zaenab yang telah mewakafkan tanahnya untuk pendirian pesantren. Dia berharap akan semakin berkembang lagi pesantren lansia di berbagai daerah di Indonesia.

“Niat dan aksi baik ini tentunya tidak bisa berjalan sendirian dari MUI. Banyak stakeholder yang telah membantu, dan ke depannya kami harapkan semakin banyak lagi manfaat yang ditebarkan dan diberikan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here