Tiada Hari Tanpa Qul Hu

105

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Sungguh berbahagia, mereka yang Husnul Khaatimah, saat meninggal dishalatkan dan didoakan oleh 70.000 Malaikat.

Bagaimana bisa memperoleh kemuliaan dan kehormatan dishalatkan oleh 70.000 Malaikat?

TRUE STORY:

Kisah nyata ini diriwayatkan oleh Sahabat dekat Rasulullah ﷺ bernama Anas Bin Malik RA:  “Suatu pagi, Rasulullah ﷺ bersama dengan sahabatnya Anas Bin Malik RA melihat suatu keanehan. Sinar matahari terlihat redup dan kurang bersinar seperti biasa.

Lalu, Rasulullah ﷺ dihampiri oleh Malaikat Jibril AS. Rasulullah ﷺ pun bertanya kepada Malaikat Jibril:

“Yaa Jibril, ada apa Matahari pagi ini terbit redup, padahal tidak mendung?”.

BACA JUGA: Kesabaran dan Ketekunanlah yang Menyelamatkan

“Yaa Rasulallah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap Malaikat yang menghalanginya,” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah ﷺ bertanya: “Yaa Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi sinar Matahari saat ini?”

“Ya Rasulallah, 70 ribu Malaikat,” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah ﷺ bertanya lagi: “Apa gerangan yang membuat sayap Malaikat menutupi sinar Matahari?”.

Malaikat Jibril AS menjawab: “Ketahuilah Yaa Rasulallah, sungguh, Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu dari umatmu.”

“Siapakah dia, yaa Jibril?” tanya Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA: Jodoh di Tangan Allah

“Dialah Muawiyah,” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah ﷺ bertanya lagi: “Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?”

Malaikat Jibril menjawab: “Ketahuilah Yaa Rasulallah, sungguh Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas.”

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya:

“Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

”Apakah ada di antara kalian yang mampu membaca sepertiga Al-Quran dalam semalam?”

BACA JUGA: Muslim Hujan adalah Musim Berdoa

Mereka menjawab: “Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertiga Al-Quran dalam sekejap?”

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: “Qul huwallaahu Ahad” itu sebanding dengan sepertiga Al-Quran.”

(Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Muslim 1922).

POINTERS:

1- Sungguh, kita banyak dosa, yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Maka segeralah bertaubat, dan memperbanyak ibadah, amal soleh. Apalagi jika usia sudah berkepala 4.

2- Periodesasi usia manusia mempunyai titik krusialnya masing-masing, tak terkecuali bagi mereka yang telah memasuki usia 40 tahun.

BACA JUGA: Buang Air Kecil di Masjid

Rasulullah ﷺ bersabda mengingatkan mereka yang telah menginjak usia 40 tahun:

وعن الشعبي، عن مسروق – رحمه الله – أنه كان يقول: إذا بلغ أحدكم أربعين سنةً فليأخذ حذره من الله – عز وجل

“Apabila salah seorang dari kalian telah menginjak usia 40 tahun, maka berhati-hatilah, memanfaatkan waktu dan tempat demi menuju Allah Azza Wa Jalla”.

Al-Imam Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya menegaskan bahwa dalil-dalil tersebut di atas merupakan tuntunan agar yang sudah menginjak usia 40 tahun untuk senantiasa memperbaharui Taubat dan semakin mendekatkan diri pada Allah SWT.

3- Mulai saat ini, biasakan membaca MINIMAL Surah Al-Ikhlas (Qul Huwallaahu Ahad….) 3 kali di pagi, siang dan malam hari.

BACA JUGA: Jangan Lupa Kalimat “In Syaa Allah”

Lebih afdhal lagi, selalu disertai Ayat Kursi dan Surah surah pendek lainnya;

– Al Kaafiruun (Qul yaa Ayyuhal kaafiruun….),

– Al Ikhlas 3x (Qul Hu….),

– Al Falaq (Qul a’uudzu bi Rabbil Falaq…..),

– An Naas ( Qul a’uudzu Bi Rabbin Naas….).

4- Jangan Menunda Taubat:

لا تأخر التوبة فقد يأتى الموت فجأة فجأة فجأة

“Jangan menunda Taubat, karena Kematian itu, bisa datang secara tiba-tiba, tiba-tiba, tiba-tiba”.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin membaca Al-Quran dan rajin berdoa.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here