Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Kemajuan dan Kemunduran Islam

1048

Jakarta, Muslim Obsession – Dalam sejarahnya peradaban Islam pernah tampil gemilang dalam puncak kejayaan, yakni pada Daulah Abbasiyah di Baghdad, Irak, sekitar tahun 650 hingga 1250. Namun, pada masa klasik atau pertengahan sekitar tahun 1250 hingga 1500 Masehi, peradaban Islam mulai mengalami kemunduran.

Lantas, apa faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban Islam?

Faktor kemajuan peradaban Islam

1. Terjadi asimilasi

Asimilasi adalah pembauran suatu kebudayaan disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli. Asimilasi muncul ketika ada golongan masyarakat dengan latar belakang budaya berbeda bertemu dengan kebudayaan lama dalam jangka waktu panjang, yang kemudian melahirkan sebuah kebudayaan baru.

Salah satu faktor kemajuan peradaban Islam adalah terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang sudah lebih dulu mengalami perkembangan ilmu pengetahuan.

Berbekal dengan ilmu pengetahuan inilah, Islam berhasil disebarluaskan ke masyarakat lainnya. Pada masa Bani Abbasiyah, banyak masyarakat non-Arab yang bersedia memeluk Islam. Lambat laun, jumlah pemeluk Islam pun semakin banyak.

2. Maraknya gerakan penerjemah

Gerakan penerjemahan mengambil peranan penting dalam membantu penyebaran ilmu pengetahuan, bukan hanya di kalangan penguasa dan intelektual, tetapi juga masyarakat awam.

Gerakan penerjemahan manuskrip-manuskrip kuno ke dalam Bahasa Arab pada Kekhalifahan Abbasiyah dibagi ke dalam tiga fase, yaitu:

Fase al-Mansur hingga Harun al-Rasyid: banyak menerjemahkan karya di bidang astronomi dan logika.

Fase al-Ma’mun hingga tahun 30 H: banyak menerjemahkan buku-buku filsafat dan kedokteran.

Fase setelah tahun 300 H: karya yang diterjemahkan semakin luas, yaitu di seluruh bidang keilmuan. Dengan diterjemahkannya karya-karya tersebut, cendekiawan Muslim dapat memahami logika dan filsafat untuk mengembangkan ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan.

Dari proses inilah kemudian lahir ilmu kalam, ilmu tafsir, ilmu fiqh/ushul, fiqh, ilmu sastra, dan sebagainya.

Kemajemukan dalam pemerintahan dan politik Dinasti Abbasiyah merupakan salah satu khalifah yang berhasil mencapai masa kejayaan. Hal ini didukung oleh kehebatan Harun Al-Rasyid selaku pemimpin Dinasti Abbasiyah dalam mengambil strategi pemerintahan dan politik.

Selain politik yang teratur, Harun al-Rasyid juga memanfaatkan perekonomian yang ada untuk membangun sektor sosial dan pendidikan. Contohnya dengan melakukan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang dapat menunjang proses belajar masyarakat.

Faktor kemunduran peradaban Islam

Setelah mengalami perkembangan pesat, peradaban Islam mulai mengalami kemunduran sekitar tahun 1250 hingga 1500 Masehi. Tidak ada ideologi pemersatu Pada masa itu, kelompok etnis non-Arab kerap merusak perdamaian karena salah dalam pemberian dan penggunaan istilah kepada para mukalaf.

1.Permasalahan ekonomi

Saat itu, ilmu pengetahuan lebih gencar dikembangkan dibandingkan di bidang perekonomian. Oleh sebab itu, terjadilah masalah ekonomi yang pada akhirnya berpengaruh pada bidang politik dan militer. Sistem peralihan kekuasaan menjadi tidak jelas

2. Perebutan kekuasaan

Faktor kemunduran peradaban Islam selanjutnya adalah karena terjadi perebutan kekuasaan oleh para ahli waris, sehingga sistem kepemimpinan menjadi tidak jelas.

Sumber: Prof. Dr. Hamka. (2016). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Gema Insani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here