Rasulullah ﷺ Diutus untuk Memperindah Etika

318

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Maka perindahlah etika, jika mengaku umatnya Rasulullah ﷺ. Beliau menegaskan bahwa akhlak atau etika gaul adalah salah satu dari pundi-pundi keselamatan dan ketenangan hidup.

Karenanya, Rasulullah ﷺ cepat-cepat mengingatkan umat manusia bahwa:

انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق

“Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak agar lebih mulia”.

Dengan akhlak tinggi, manusia jadi mulia. Tanpa akhlak mulia, manusia akan rendah seperti hewan, karena hakikatnya manusia berpotensi berprilaku mirip hewan. Karena memang “manusia adalah makhluk hewan yang mampu berbicara (الانسان حيوان ناطق).

BACA JUGA: Amit-Amit, Jangan Sampe!

Maka, manusia yang tidak beretika indah, tidak berakhlak mulia, dia bukanlah umat Rasulullah ﷺ.

Berikut ini ada 13 hal yang mendasar dalam keseharian. Jika bisa melakukannya, maka barulah disebut seseorang itu berakhlak, beretika:

1- Utamakan dahulu menunaikan kewajiban agama. Bagi umat muslim, utamakan dahulu shalat, zakat, sedekah, dan lainnya.

2- Utamakan ibu dan ayah dalam segala hal, baru istri dan anak.

ان للوالدين حق علينا بعد حق الله فى الاحترام

“Sungguh, kedua orangtua punya hak di urutan kedua setelah Allah dalam hal pemuliaan”.

Oleh karenanya, jangan sisa-sisa waktu atau sisa-sisa uang atau sisa-sisa senyum yang kamu berikan untuk orangtua.

BACA JUGA: Sedekah Sekecil Apapun Akan Besar di Sisi Allah

3- Utamakan senyum dan ramah kepada seisi rumah dahulu. Jangan hanya ramah dan senyum di luaran, tapi cemberut dan galak di rumah.

Rasulullah ﷺ berpesan kepada umatnya:

ولو ان تلقى اخاك بوجه طلق

“Senyum dan berwajah manis penuh cerialah setiap bersua dengan sesamamu”.

Nah, senyum ceria setiap bertemu teman saja diwajibkan, apalagi terhadap keluarga seisi rumah. Allah SWT perintahkan:

يأيها الذين امنوا قوا انفسكم واهليكم نارا. (التحريم ٦٦ الاية ٦ )

“Wahai orang orang yang beriman, peliharalah dan utamakanlah dirimu dan keluargamu terlebih dahulu agar selamat dari siksa Api Neraka,” (QS. At-Tahriim 66, ayat 6).

4- Jangan menelpon seseorang berulang-ulang dan terus menerus di saat yang sama jika tidak dijawab. Mungkin ia sedang sibuk, sedang shalat, di WC atau sedang tidur. Kirimlah pesan singkat tertulis menanyakan kapan bisa ditelpon.

BACA JUGA: Ambil Secukupnya, Jangan Anggap Remeh Sisa Makanan dan Minuman

5- Ketika diundang makan di restoran, jangan memesan makanan seenaknya. Persilakanlah orang yang mentraktir untuk memilihkan menu makanan.

6- Jangan langsung menanyakan hal-hal pribadi seperti kenapa kurus?, umur sudah berapa?, kenapa belum juga menikah?, kenapa belum juga punya anak, padahal sudah lama menikah?, kenapa belum punya rumah?, naik apa ke sini?, belum punya mobil?, masih tinggal di rumah mertua? dan lain sebagainya.

7- Jika melihat ada hal-hal yang membahayakan di jalanan, seperti paku dan duri, segera singkirkan. Atau jika melihat ada sampah di lantai masjid, tempat kerja atau di rumah, jangan menyuruh orang, tapi segera ambil sendiri dan buang ke tempat sampah. Kebersihan adalah bagian dari iman, maka pahala besar bagi yang peduli kebersihan.

8- Jika menerima pesan tertulis, usahakan balas walaupun terlambat. Usahakan sesegera mungkin membalas dan mohon maaf. Paling tidak beri isyarat respon singkat, “like” misalnya, baru disusul yang lebih jelas. Jangan diabaikan, karena engkaupun tidak suka dicuekin.

BACA JUGA: Keutamaan Berwudhu dan Selalu Mempunyai Wudhu

9- Jika memiliki banyak grup di medsos, usahakan sesekali berkomentar dan merespon. Jangan abai dan cuek. Komunikasi dan saling sapa sangat perlu, karena inilah bentuk memperkokoh silaturrahim yang sangat dianjurkan dalam Islam.

10- Berilah sanjungan di depan orang banyak, dan hindari beri kritikan di depan orang banyak. Kritiklah dan nasihati saat sendiri.

11- Rasulullah ﷺ melarang hal-hal berikut ini: membiarkan dengan tidak tegur sapa dan tidak diajak berbicara orang-orang yang ada bersama-sama di sebuah tempat, jangan mengobrol dengan bahasa yang tidak dimengerti orang-orang yang duduk bersama, jangan berbisik-bisik di depan orang-orang yang ikut bersama.

12- Hargai dan hormati seseorang bukan karena jabatan dan kedudukannya. Semua orang layak dihormati, mereka sama-sama hamba Allah yang harus dihargai. Perhatian kita yang penuh akhlak dan etika mulia kepada siapapun, adalah cerminan nilai kepribadian kita. Perbanyak senyum, hindari bermuka masam dan cemberut.

BACA JUGA: 12 Modal Utama Jika Ingin Untung Terus

13- Punya rasa MALU, baik saat sendiri, apalagi bersama orang banyak. Rasulullah ﷺ bersabda:

َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانُ

“Iman punya enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan RASA MALU merupakan salah satu cabang Iman,” (Hadits Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari No 9).

Semoga Allah SWT, senantiasa membimbing hidup kita, memudahkan kita melaksanakan apa-apa yang diperintahkan, dan menjauhi apa-apa yang diharamkan Nya. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here