Pilu! Anak-Anak Gaza Tidur di Kandang Ayam di Rafah

517

Muslim Obsession – Keluarga-keluarga pengungsi Palestina di Gaza menghadapi masa-masa yang tidak terbayangkan ketika mereka berjuang untuk mendapatkan tempat berlindung.

Anak-anak Palestina yang terlantar di Gaza terpaksa tidur di kandang ayam dan menghancurkan rumah-rumah di Rafah setelah melarikan diri dari serangan mematikan Israel di wilayah lainnya.

Ketika serangan di Gaza semakin intensif, situasi yang dihadapi keluarga-keluarga Palestina yang mengungsi semakin buruk, hal ini menunjukkan perlunya bantuan kemanusiaan, yang terus-menerus diblokir oleh Israel untuk memasuki Gaza.

Banyak keluarga Palestina yang tidak mempunyai apa-apa selain rumah mereka yang hancur, yang dulunya merupakan tempat yang bisa mereka sebut sebagai rumah.

Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada tahun 2023, Israel telah membuat lebih dari 1 juta warga Palestina mengungsi dari rumah mereka di Gaza.

Keluarga-keluarga ini sekarang kekurangan kebutuhan, termasuk tempat tinggal, makanan, dan air. Menurut laporan, 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi sementara 15% diantaranya meninggal, menjadikan seluruh Gaza sebagai “Genosida”.

Di Rafah, sebuah kota di selatan yang ruang dan sumber dayanya terbatas, banyak keluarga yang beralih ke peternakan untuk mencari perlindungan, mengubah kandang ayam kosong menjadi tempat tidur darurat untuk anak-anak mereka.

Kondisi kehidupan yang mengerikan, ditambah dengan ketegangan emosional akibat rasa takut yang terus-menerus, telah memberikan dampak yang signifikan terhadap warga, terutama anak-anak termuda yang berjuang dengan tidak adanya keamanan, stabilitas, dan rutinitas.

Di Gaza tengah, keluarga-keluarga memilih untuk kembali ke rumah mereka yang rusak, memilih untuk menghadapi bahaya tinggal di antara puing-puing dan kehancuran daripada mentoleransi lingkungan tempat penampungan sementara yang sempit dan tidak ramah.

Kisah-kisah menyentuh tentang ketahanan dan kekuatan menyoroti ikatan kuat dengan tempat tinggal mereka dan tekad untuk mempertahankan hak mereka atas standar hidup yang layak, meskipun menghadapi tantangan yang sangat besar.

Apa yang dialami keluarga-keluarga Palestina di Gaza memiliki kemiripan dengan ketidakadilan di masa lalu, seperti Nakba 1948, yang menyebabkan ratusan dan ribuan warga Palestina terpaksa mengungsi setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Israel.

Namun setelah semua ini, komunitas internasional tidak melakukan apa pun untuk menghentikan perang atau bahkan menyerukan gencatan senjata.

Meskipun Afrika Selatan juga telah menuntut Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional, mereka juga menolak mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Israel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here