Masa Keemasan Khilafah Abbasiyah, dan Akhir Kekuasaan

325

Jakarta, Muslim Obsession – Kekhalifahan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah merupakan kekhalifahan Islam ketiga yang melanjutkan Nabi Muhammad. Kekhalifahan Islam ini berdiri setelah khalifah Umayyah runtuh.

Dinasti Abbasyiah disebut sebagai era kejayaan Islam. Pada masa ini Kekhalifahan Islam mencapai puncak keemasannya. Kekuasaan dan pengaruh Islam hampir menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Khilafah ini didirikan oleh dinasti keturunan paman Nabi Muhammad, Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652).

Dinasti Abbasiyah memerintah sebagai kekhalifahan di Baghdad, Irak, setelah menggulingkan Kekhalifahan Umayyah dalam Revolusi Abbasiyah pada tahun 750 M.

Kekhalifahan Abbasiyah memindahkan ibu kota pemerintahan dari Damaskus ke Bagdad. Selama lima abad pemerintahannya, kekhalifahan ini berhasil menjadikan dunia Islam sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia.

Revolusi Abbasiyah

Kekhalifahan Abbasiyah berusaha menggulingkan Kekhalifahan Umayyah karena mengklaim sebagai penerus sejati Nabi Muhammad, berdasarkan garis keturunan mereka yang lebih dekat.

Pemberontakan yang dilakukan oleh Abbasiyah didukung oleh sebagian besar orang Arab yang dirugikan dengan penambahan faksi Yaman dan Mawali mereka.

Muhammad bin Ali, cicit Abbas, kemudian memulai kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Persia pada masa pemerintahan Khalifah Umar II.

Pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, konflik mereka meningkat. Akhirnya pada tahun 750 M, Abu al-Abbas al-Saffah berhasil menumbangkan Dinasti Umayyah dan kemudian diangkat sebagai khalifah.

Pemerintahan dan zaman keemasan
Pada masa pemerintahannya, Kekhalifahan Abbasiyah menerapkan pola pemerintahan yang berbeda, sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya.

Pemerintahan dinasti ini berlangsung selama lima abad, yaitu dari tahun 132 H (750 M) hingga 656 H (1258 M).

Para ahli biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbasiyah menjadi lima periode, sebagai berikut:

– Periode Pertama (750 M – 847 M), disebut periode pertama pengaruh Persia.

– Periode Kedua (847 M – 945 M), disebut periode pertama pengaruh Turki.

– Periode Ketiga (945 M – 1055 M), masa pemerintahan dinasti Bani Buwaih pada kekhalifahan Abbasiyah, disebut juga periode pengaruh Persia kedua.

– Periode Keempat (1055 M – 1194 M), masa pemerintahan dinasti Bani Seljuk pada kekhalifahan Abbasiyah, disebut juga periode pengaruh Turki kedua.

– Periode Kelima (1194 M – 1258 M), masa dimana khilafah bebas dari pengaruh dinasti lain, namun kekuasaannya hanya efektif di sekitar Bagdad dan diakhiri dengan invasi bangsa Mongol.

Sedangkan tokoh-tokoh yang berhasil membawa Khilafah Abbasiyah ke masa keemasannya adalah sebagai berikut:

– Al-Mahdi (775-785 M)
– Al-Hadi (775-786 M)
– Harun Ar-Rasyid (786-809 M)
– Al-Ma’mun (813-833 M)
– Al-Mu’tashim (833-842 M)
– Al-Watsiq (842-847 M)
– Al-Mutawakkil (847-861 M)

Pada masa kepemimpinan Al-Mahdi, perekonomian mulai meningkat.

Terutama peningkatan sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi.

Selain itu, para pedagang yang transit dari Timur dan Barat juga membawa banyak kekayaan.

Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya, Al-Ma’mun, kekayaan negara digunakan untuk kebutuhan sosial, seperti membangun rumah sakit, lembaga pendidikan kedokteran, dan apotek.

Pada masa pemerintahannya, Bani Abbasiyah berhasil mengkonsolidasikan kembali gaya kepemimpinan Islami dan memperkaya ilmu pengetahuan.

Faktor terpenting yang menyebabkan tumbuhnya peradaban ilmiah pada masa Dinasti Abbasiyah adalah pendirian tempat-tempat pendidikan, seperti akademi dan perpustakaan.

Pada saat itu, perpustakaan memainkan peran yang sama dengan universitas saat ini.

Kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya berada pada masa keemasannya.

Ini menjelaskan perkembangan di bidang ekonomi, pendidikan dan hukum pada masa Dinasti Abbasiyah.

Pada saat inilah negara Islam memantapkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.

Runtuhnya Khilafah Abbasiyah

Runtuhnya Khilafah Abbasiyah dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.

Kompetisi internasional

Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbasiyah yang bersekutu dengan Persia. Namun dalam prosesnya, Persia tidak puas dan menginginkan sebuah dinasti dengan staf dari negara mereka.

Sedangkan orang Arab menganggap dirinya istimewa dan memandang rendah orang non-Arab. Oleh karena itu, muncul dinasti yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad.

Kemerosotan ekonomi

Meski kaya raya, Kekhalifahan Abbasiyah mulai mengalami kemunduran di bidang ekonomi karena pendapatan terus menurun sementara produksi mereka terus meningkat.

Perang salib

Perang Salib yang berlangsung selama beberapa periode tidak hanya memakan banyak korban, tetapi juga menimbulkan kerugian yang besar.

Invasi Mongol dan jatuhnya Baghdad
Pada tahun 1258 M, pasukan Mongol yang berjumlah sekitar 200.000 orang menyerang Baghdad.

Penguasa terakhir Kekhalifahan Abbasiyah sama sekali tidak berdaya untuk menghentikan tentara Mongol. Jatuhnya Bagdad ke tangan Mongol otomatis mengakhiri kekuasaan Bani Abbasiyah. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here