Kesamaan Buya Syafii dengan Gus Dur Menurut Alissa Wahid

86

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan Ketua Umum Pimpinan Buya Syafii Maarif yang dijuluki guru bangsa ini telah berpulang ke rahmatullah. Kepergiaan negarawan ini menyisakan banyak kenangan positif di masyarakat. Semua kalangan menyebut Buya Syafii sebagai sosok yang baik.

Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid termasuk orang yang menyaksikan kebaikan dari Buya Syafii. Ia pun mengaku sudah seperti anak kandung Buya Syafii karena kerap mendapatkan petuah atau nasihat di dalam menapaki kehidupan.

Bahkan, Alissa Wahid pun mengungkapkan kesamaan antara sang ayah, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Buya Syafii.

“Buya itu sama seperti Gus Dur, bukan orang yang mengejar kekuasaan, bukan orang yang politis hanya untuk (kepentingan) politis. Tetapi beliau betul-betul melihat bahwa bangsa Indonesia punya cita-cita dan harus diwujudkan,” ungkap Alissa Wahid dalam diskusi bertajuk ‘Jejak dan Warisan Pemikiran Buya Syafii Maarif’ di Youtube MQFM Jogja, Senin (30/5/2022).

Bagi Buya Syafii, kata Alissa, toleransi antarumat beragama dimaknai bukan sekadar hidup bersama. Namun di dalam toleransi itu harus ada keadilan sebagai syarat. Hal ini pula yang kerap dilontarkan Gus Dur bahwa perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.

“Kita berlaku adil itu syarat untuk bisa maju bersama sebagai sebuah bangsa. Itu imperatif (perintah) di dalam Islam. Tuntunan untuk kita. Bahkan, perintah dari Allah yaitu berlaku adil. Bagi Buya, sangat penting bagi umat Islam itu berlaku adil dalam kehidupan kita bersama sebagai bangsa. Itu yang terus Buya sampaikan,” ucap Alissa.

Dua kegundahan Buya Syafii

Alissa menyebutkan, terdapat dua hal yang kerap membuat Buya Syafii merasa gundah. Keduanya adalah tentang arah bangsa Indonesia ke depan dan soal Islam di Indonesia. Inilah dua hal yang selalu dibicarakan Buya Syafii.

“Yang tidak pernah terlepas itu adalah tentang anak-anak muda Islam di Indonesia (dan) Islam di Indonesia itu benar-benar Islam yang rahmatan lil alamin. Juga kegundahan beliau tentang bangsa Indonesia ini tentang oligarki yang semakin kuat, adanya ketidakadilan sosial,” tutur Alissa yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini.

Lebih lanjut, Alissa mengungkapkan bahwa Buya Syafii pernah terlihat sangat marah ketika ada upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Beliau itu marah banget terkait KPK. Ketika KPK mengalami pelemahan itu, beliau marah. Waktu Pilpres, saya nggak pernah melihat beliau benar-benar (marah) dari dalam rasanya, itu yang saya rasakan waktu itu,” ungkap Alissa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here