Hikmah Rahmani: Merendahlah!

104

Oleh: Habib A. Rahman Habsyi (Sahabat Iman)

Merasa dirinya benar adalah hak semua orang. Akan tetapi jika hal itu berlebihan dan merasa benar sendiri, bahkan sempurna maka akan berbahaya, baik terhadap dirinya sendiri maupun juga terhadap orang lain.

Siapapun sebenarnya selalu berada pada proses, yakni proses menuju kesempurnaan.

Tidak ada orang yang sempurna, terbebas dari sifat lupa dan salah.

Ingat, jangan merasa paling suci dan menjelekkan orang lain. Merasa paling benar dan menganggap orang lain bodoh.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Terus Baik

Agama Islam adalah konsep hidup yang syamil (universal) dan kamil (sempurna), tapi realitanya umat Islam terkotak-kotak dalam berbagai macam kelompok, masing-masing merasa paling benar dan menuduh yang lainnya salah, sesat dan masuk neraka.

Dua faktor yang menjadi sumber permasalahannya, yaitu: Hawa nafsu dan Kepentingan.

Selama hawa nafsu dan kepentingan masih dikedepankan maka perpecahan akan terus terjadi.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Terus Belajar

Mempunyai prinsip itu perlu bahkan harus agar kita tidak bingung dan terombang-ambing, tapi sikap kepada yang berbeda harus dijaga untuk tidak saling serang dan provokasi dengan mengedepankan maslahat umat daripada maslahat kelompok.

Ingat, menuduh dan bahkan memvonis sesat itu adalah perkara besar dan dahsyat!

Sudah siapkah kita untuk bertanggung jawab di hadapan Allah atas tuduhan tersebut??

قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ عَلَيهِ وَ آلِهِ وَسَلٌمَ :مَنْ قالَ: اِنّى خَيْرُ النّاسِ فَهُوَ مِنْ شَرِّ النّاسِ وَ مَنْ قالَ: اِنّى فِى الْجَنَّةِفَهُوَ فى النّارِ؛ (النوادر للراوندى، ص 107)

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berkata : “Aku adalah orang terbaik maka ia orang buruk dan orang yang berkata : Aku adalah ahli surga maka ia adalah ahli neraka”.

Barokallah Fiikum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here