Gus Baha Jelaskan Mengapa Tidak Ada Nabi yang Diutus ke Nusantara

108
Gus Baha. (Foto: Ponpes Almunawwir)

Jakarta, Muslim Obsession – Sebelum Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh manusia, Allah Ta’ala telah mengutus para Rasul pilihan-Nya kepada tiap-tiap umat. Lalu pertayaanya mengapa tidak ada Nabi yang diutus ke Nusantara?

Dalam Islam, semua umat muslim mempercayai bahwa Nabi Muhammad SAW nabi terakhir yang diutus Allah untuk seluruh umat manusia (semesta alam).

Muncul sebuah pertanyaan unik, mengapa di Indonesia tidak ada Nabi yang diutus. Mari kita simak penjelasan Ulama ahli tafsir Qur’an asal Rembang, Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) berikut.

Dalam satu kajianny diunggah kanal YouTube “Generasi Muda Nusantara” 15 Oktober 2022, Gus Baha memberi penjelasan dengan perumpamaan yang sangat masuk akal.

Gus Baha mengemukakan, sejatinya Allah sangat mampu apabila berkenan mengutus Nabi di setiap desa sekali pun. Akan tetapi, Allah tidak melakukan hal tersebut. Dalam hal ini, Allah lebih memilih satu Nabi saja, yaitu Muhammad SAW dan nantinya semua hamba diperintahkan untuk mengikuti ajarannya.

“Ada guyonan, orang Arab (jahiliyah) dengan orang Jawa lebih baik mana? Baik orang Jawa katanya. Ibarat obat, kalau orang Arab itu dosisnya tinggi sehingga dikirimlah (diutuslah) seorang Nabi. Sedangkan orang Jawa cukup dengan Kiyai (ulama) saja sudah Islam. Penyakitnya ringan, jadi cukup diobati Kiyai saja sudah beriman,” kata Gus Baha.

Untuk diketahui, sejarah masuknya Islam ke Nusantara terdapat beberapa versi. Para ahli sejarah mengatakan, Islam lahir di Tanah Jawa sekitar abad 14 dibawa oleh Wali Songo yang merupakan ulama keturunan Nabi Muhammad SAW.

Versi lain menyebutkan, Islam sudah ada di Nusantara pada abad ke-7 dibawa oleh para ulama dari Hadhramaut Yaman. Mereka singgah di Barus, kota pesisir di daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dari sini kita bisa simpulkan bahwa para ulama dan keturunan Nabi Muhammad SAW punya andil besar mengenalkan Islam di Nusantara. Bahkan para keturunan Nabi sangat mencintai Nusantara. Mereka banyak tersebar di Indonesia dan hingga kini aktif berdakwah. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here