Gagal Bertanding, Ustadz Adi Hidayat Sebut Miftahul Atlet Akhirat

1334

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini pun ikut mengapresiasi kokohnya keyakinan Pejudo Tuna Netra Indonesia tersebut dengan sebuah hadiah umrah.

“Kita semua haru dan bangga dengan semangat adik kita yang kokoh keyakinannya tidak mau melepas jilbab betapa pun ia ingin membela dan mempersembahkan medali untuk bangsa ini. Adik kita ini dihadapkan pada dua pilihan yang sulit hingga akhirnya memutuskan untuk memenangkan keyakinannya. Kita bangga dan untuk itu kita hadiahkan umroh untuk ananda Miftahul Jannah,” ujar Jazuli kepada wartawan, Senin (8/10/2018) malam, di Jakarta.

Baca Juga: Dapat Hadiah Umrah, Sederet Ulama Hingga Politisi Dukung Miftahul Jannah

Meskipun, Jazuli tidak menapik bahwa larangan menggunakan hijab itu sendiri merupakan aturan IBSA (International Blind Sport Federation) dan International Judo Federation (IJF) yang mungkin saja untuk menghindari hal yang membahayakan atlet.

Namun, menurutnya poin apresiasi Jazuli Juwaini adalah fakta bahwa Miftahul Jannah tetap memilih untuk mempertahankan keyakinan agamanya, setelah berusaha melobi agar dapat mengikuti pertandingan.

“Saya sampaikan beribu-ribu terima kasih untuk beliau yang telah memberi tiket umroh itu. Ini membuat saya lebih senang dan di luar dugaan. Miftah tidak berfikir sampai situ, mungkin itu medali emas buat miftah yang gagal dalam pertandingan kemarin,” ujar Miftah.

Miftah mengaku sudah mengetahui sejak awal tentang aturan yang tidak boleh memakai jilbab saat bertanding.

“Miftah menantang peraturan itu karena Miftah ingin mempertahankan prinsip Miftah dan berharap atlet lain itu seperti itu, harus mempertahankan prinsip,” katanya.

“Memang saya sudah tahu, tapi mungkin ada peluang untuk tampil dengan tetap memakai hijab, dan sudah mendengar sejak technical meeting sebenarnya dan Miftah sudah berkomitmen untuk tidak bertanding jika dibuka,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here