Dua Cara Bersihkan Hati Jelang Ramadhan

2752
Ilustrasi: Membaca Al-Quran.

Muslim Obsession – Ramadhan adalah bulan paling mulia dan suci di antara bulan-bulan lainnya. Untuk menyambutnya, seyogianya setiap orang beriman mulai membersihkan hati agar keistimewaan yang dibawa Ramadhan memberikan dampak positif baginya.

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya tentang kesucian hati yang menjadi pemimpin bagi anggota tubuh lainnya. Saat hati kita bersih dan suci, anggota tubuh lain pun akan mengikuti sang pemimpin itu.

“Ketahuilah bahwa di dalam diri terdapat daging. Saat daging itu baik, seluruh tubuh pun akan baik. Namun jika daging itu rusak, seluruh tubuh pun akan rusak. Daging itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim).

Ada dua cara untuk membersihkan hati. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah berpesan:

 إِنَّ هَذِهِ اْلقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ إِذَا أَصَابَهُ الْمَاءُ قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا جَلاَؤُهَا؟ قَالَ: كَثْرَةُ ذِكْرِ الْمَوْتِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ. (رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ)

“Hati ini seringkali berkarat seperti besi yang berkarat saat terkena air. Terus apa pembersihnya, wahai Rasulullah? Pembersihnya adalah memperbanyak mengingat mati dan membaca Al-Quran,” (HR. Al-Baihaqi).

Hati yang kerap kotor karena iri, dengki, hasud, dendam, dan benci terhadap orang lain itu dapat dibersihkan di antaranya dengan memperbanyak mengingat mati dan membaca Al-Quran.

Imam Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah bi Ahwalil Mauta menyampaikan pendapat Imam Ad-Daqqaq mengenai mengingat mati: “Orang yang memperbanyak ingat kematian itu pasti diberikan tiga kemuliaan; mempercepat tobat, memiliki hati yang qanaah, dan rajin beribadah.”

Cara lain untuk membersihkan hati adalah dengan cara memperbanyak membaca Al-Quran. Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Zadul Ma‘ad mengatakan:

 فَالْقُرْآنُ هُوَ الشِّفَاءُ التَّامُّ مِنْ جَمِيْعِ الْأَدْوَاءِ الْقَلْبِيَّةِ وَالْبَدَنِيَّةِ، وَأدَوَاءِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Al-Quran itu obat sempurna dari segala penyakit hati dan fisik, penyakit duniawi dan akhirat.”

Demikianlah dua cara untuk menyambut kesucian Ramadhan. Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk bisa beribadah secara maksimal agar “muttaqin” menjadi gelar terindah dalam hidup kita. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here