Adang Wijaya, Merawat Bisnis ‘Kentut’ dengan Silaturahim dan Berjamaah

1736

Adang Wijaya - kecilAdang melihat keberkahan hanya akan diraihnya jika bisnis dikelola dalam konsep silaturahim dan berjamaah. Konsepnya, silaturahim dijalankan Adang dengan melibatkan keluarga dan teman-temannya dengan pengelolaan secara berjamaah. Ia ingin bisnis ini lebih dahulu bermanfaat bagi orang-orang dekat di sekelilingnya.

Untuk menjalankan konsep ini, Adang menganalogikannya dengan shalat berjamaah. Dalam sebuah payung bisnis, menurutnya, harus ada seorang pemimpin (imam), karyawan dan rekan bisnis (ma’mum). Semua unsur ini harus bersinergi dengan merapatkan barisan (shaf) untuk mencapai visi dan misi serta mendapatkan benefit yang siginifikan.

“Seperti shalat berjamaah, kalau shalatnya benar dengan shaf yang lurus dan rapat, maka bukankan Allah akan melipatgandakan pahalanya?” terang peraih gelar S-2 di PPM Graduate School of Management, Jakarta, ini.

Saat ini Green Nitrogen menjadi anchor brand di bawah bendera PT. Global Insight Utama yang dipimpinnya. Green Nitrogen yang menjual angin bagi motor dan mobil berada di sebuah sudut setiap SPBU. Kenapa SPBU?

Adang beralasan, SPBU memiliki nilai strategis karena aksesnya bisa dijangkau semua kalangan. Tak mesti untuk mengisi bahan bakar, orang memanfaatkan SPBU yang bebas bea parkir itu untuk keperluan lain, seperti singgah untuk shalat, beli tabung gas, ambil uang di ATM, atau ke kamar kecil.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here