Sosok Komplit, Bamsoet Apresiasi Kiprah 70 Tahun Fadel Muhammad

76

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai sosok Fadel Muhammad sebagai sosok yang komplit.

Menurutnya, kisah hidup Fadel Muhammad yang terangkum dalam buku ‘Building a Legacy’ bisa menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan, khususnya generasi muda bangsa yang sedang belajar memaknai kehidupan.

Buku tersebut, imbuhnya, menegaskan kebenaran adagium universal, bahwa kesuksesan tidak datang dengan tiba-tiba. Kesuksesan harus diraih dengan usaha, kerja keras, dan perjuangan.

“Pak Fadel merupakan sosok yang komplit, baik sebagai politisi, pejabat pemerintahan, pengusaha, maupun akademisi. Perjalanan kehidupannya banyak menghadirkan kisah berkesan dan sangat menginspirasi,” ungkap Bamsoet usai menghadiri syukuran HUT ke-70 Fadel Muhammad sekaligus peluncuran buku ‘Building a Legacy’, di Jakarta, Jumat malam (20/5/22).

Bamsoet berkisah, saat dirinya masih berkarir sebagai wartawan, media massa harian Prioritas tempatnya bekerja sempat dibredel. Ia pun lantas berinisiatif mendirikan majalah Info Bisnis.

Di zaman itu, lanjutnya, mendirikan media massa sangat sulit, karena salah satu syaratnya harus memiliki deposito Rp1 miliar. Berkat hubungan baik dengan para pengusaha yang pernah menjadi narasumber, salah satunya Fadel Muhammad, kesulitan tersebut bisa diatasi.

“Sehingga berbagai capaian yang saya raih pada saat ini, tentu tidak lepas dari campur tangan Pak Fadel,” ujar Bamsoet.

Acara yang digelar atas inisiatif istri, anak dan menantu itu, selain dihadiri oleh para pimpinan MPR RI seperi Ahmad Basarah (PDIP), Lestari Moerdijat (Nasdem), Jazilul Fawaid (PKB), Syarif Hasan (Demokrat), Hidayat Nurwahid (PKS) juga dihadiri mantan Ketua DPD RI Ginanjar Kartasasmita serta para tokoh lainnya.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, sebagai politisi, puncak pengabdian Fadel Muhammad bermuara pada jabatan Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Menurut Bamsoet, sikap politik Fadel tegas. Dalam menyikapi dinamika politik, Fadel selalu berpikiran terbuka, bersikap kolaboratif, berpandangan visioner, dan selalu mengedepankan semangat musyawarah untuk mufakat.

Di sisi lain, ia bisa bersikap determinan dan gigih, ketika memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya.

Dalam bidang pemerintahan, urai Bamsoet, Fadel sukses memimpin Gorontalo selama dua periode berturut-turut (12 September 2001 – 21 Oktober 2009). Bahkan pada periode keduanya, ia berhasil meraih 81 persen suara masyarakat Gorontalo, sebagai wujud pengakuan atas keberhasilannya membangun Provinsi Gorontalo, sekaligus pembuktian bahwa beliau sangat dekat dan dicintai oleh masyarakat Gorontalo.

“Tidak heran jika beliau juga dipercaya oleh Presiden SBY untuk menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (22 Oktober 2009 – 19 Oktober 2011) dan berhasil menaikan taraf hidup petani garam dan nelayan, serta memperbaiki laporan keuangan kementerian dari disclaimer menjadi wajar tanpa pengecualian,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia serta Wakil Ketua Umum SOKSI ini menerangkan, sebagai pengusaha, kegigihan semangat juang dan jiwa kewirausahaan yang pantang menyerah, telah mengantarkan sosok Fadel Muhammad pada berbagai kesuksesan.

Kepribadian yang bersahaja dan mudah bergaul, serta kemampuan membangun networking menjadi faktor fundamental dalam keberhasilan membangun dan mengembangkan bisnis.

Sebagai akademisi, terang Bamsoet, jejak prestasi akademis yang diraih Fadel pada berbagai jenjang pendidikan, adalah gambaran pribadi yang selalu ‘haus’ akan pengetahuan. Meski di saat bersamaan Fadel juga disibukkan dengan urusan bisnis dan politik.

“Pengukuhan sebagai Guru Besar, dan penganugerahan gelar Profesor pada bidang Kewirausahaan Sektor Publik, pada Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, adalah pengakuan akademis atas komitmen Pak Fadel, untuk tidak pernah berhenti belajar, dan mengamalkan ilmu untuk pengabdian,” pungkas Bamsoet. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here