Soal Sesajen, Prof. Quraish: Jangankan Menendang, Memaki Saja Tidak Boleh

269
Prof. Quraish Shihab.

Muslim Obsession – Aksi Hadfana Firdaus, pria yang menendang sesaji di lokasi letusan Gunung Semeru yang belakangan viral di media sosial, menjadi sorotan banyak kalangan.

Kepada polisi, Hadfana mengaku perusakan itu dilakukan karena tradisi sesaji tidak sesuai dengan apa yang diyakini.

Lalu, apa komentar ulama Tafsir Al-Quran Prof. Quraish Shihab tentang hal itu?

“Prinsipnya, segala kegiatan kita hendaknya diarahkan kepada Tuhan. Bermohon, kita hendaknya bermohon kepada Tuhan. Kalau Anda bermohon kepada manusia, sebelum bermohon kepada manusia, bermohoh dulu kepada Tuhan agar Tuhan memberikan kepada manusia ini kemampuan untuk memenuhi permintaan Anda,” ungkap Quraish membuka perbincangan dalam Narasi yang dipandu Najwa Shihab.

BACA JUGA: Motif Hadfana Firdaus Penendang Sesajen yang Berujung Penyesalan

Prof. Quraish menerangkan, apa yang dipersembahkan kepada sesuatu bisa bermacam motifnya.

Misalnya, apa yang dipersembahkan ke laut mungkin motifnya untuk memberikan makanan kepada ikan. Atau memberikan persembahan ke hutan, mungkin motifnya agar kera bisa makan, dan lain sebagainya.

Jika demikian, jelas Prof. Quraish, itu hal yang baik. Asal, tidak ada kaitannya dengan motif agar kera bisa memenuhi keinginan si pemberi. Misalnya, memotong kepala kerbau supaya tidak diganggu jin dalam pembangunan.

BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Hadfana Penendang Sesajen Minta Maaf

“Itu tidak boleh. Tapi kalau menyembelih kerbau, meyembelih sapi untuk disedekahkan dan makan bersama, itu tidak apa-apa,” urai Prof. Quraish.

Dalam konteks kasus penendangan sesajen di kaki Gunung Semeru, sambung Prof. Quraish, jika sesajen itu memang diniatkan untuk memohon bantuan pada suatu kekuatan selain kekuatan Ilahiyah, maka hal itu harus disikapi hati-hati.

Menurutnya, setiap masyarakat menurut Al-Quran, ada hal-hal yang dianggap baik. Sehingga apa yang dianggap baik oleh masyarakat tertentu, maka jangan diganggu.

BACA JUGA: Jangan Ditendang! Begini Sikap Muslim Saat Menemukan Sesajen

Mantan Menteri Agama di era Presiden Soeharto ini menukil QS. Al-An’am ayat 108:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”.

BACA JUGA: Ketua MUI: Menendang Sesajen Apapun Alasannya Tidak Dibenarkan

Dari ayat tersebut, jelas Prof. Quraish, umat Islam diperintahkan untuk tidak memaki sesembahan selain Allah.

“Memaki saja tidak boleh, apalagi menendang. Memang begitulah Allah menjadikan manusia mencintai sesuatu, menganggap baik sesuatu,” jelas Prof. Quraish.

“Tidak apa-apa, nanti Tuhan yang akan menentukan di Hari Kemudian, apa pandangan Tuhan, keputusan Tuhan terhadap mereka. Jadi mestinya, itu jangan ditendang,” tegasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here