Sampai Dihentikan

23

Oleh: Ahmad Yani (Ketua Departemen Dakwah PP DMI dan Ketua LPPD Khairu Ummah. Penulis Buku Iman Yang Hidup)

Kehidupan kita harus terus berlangsung. Memang ada enak dan tidaknya. Semua orang mengalaminya, itulah ujian hidup. Kalau iman kita miliki dan masih hidup, maka enaknya hidup tidak membuat kita lupa diri dan tidak enak secara duniawi tidak membuat kita putus asa.

Putus asa dalam kesulitan hidup dapat kita ukur dengan:

1- Hanya berkeluh kesah, apalagi kepada orang yang tidak bisa mencarikan solusinya.

2- Menghalalkan segala cara untuk memperoleh atau mencapai sesuatu seperti berbohong, menipu, mencuri, menyogok, korupsi, dan sejenisnya.

3- Tidak mau lagi bertanggungjawab atas beban dan tanggungjawab yang diemban, misal dalam rumah tangga tidak mau lagi menafkahi, kekerasan dalam rumah tangga dan bercerai, ada banyak yang lari ke minuman keras, narkoba hingga seks bebas, padahal ini hanya menambah masalah baru yang membuat hidup lebih berat Untuk dijalani.

4- Puncaknya adalah bunuh diri, padahal ini membuatnya lebih sengsara dalam kehidupan akhirat. JANGAN HENTIKAN HIDUP KITA, KECUALI ALLAH SWT YANG MENGHENTIKANNYA DENGAN KEMATIAN YANG MEMANG SUDAH AJALNYA.

Langkah Bersama

1- Perkuat keimanan dengan membaca dan mendengar nasihat agama, lakukan penguatan ibadah, baik sendiri maupun berjamaah.

2- Bila kita tidak mampu menghadapi masalah sendiri, bicara, curhat dan konsultasilah kepada orang yang kita anggap bisa memberikan motivasi, pencerahan dan solusi, baik ia orang tua, paman, guru, tokoh masyarakat, teman, ustadz, pengurus masjid  dan sebagainya.

3- Dalam situasi sekarang, keberpihakan harus ditunjukkan, kalau kita punya uang, tidak mutlak harus dalam bentuk sedekah saja kepada yang susah, tapi belilah apa yang dijualnya, dan yang susah juga jangan hanya minta disedekahi, tapi berdaganglah. Dagang tidak selalu harus memiliki modal uang, tapi yang sangat penting adalah modal kepercayaan dari pemilik barang.

4- Masjid, sudah saatnya mencari tahu apa persoalan jamaahnya, boleh ajak bicara mereka dan lakukan program sosial agar jamaah memiliki kemandirian.

Tentu masih banyak yang bisa kita rumuskan, inilah dari saya hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here