Ridwan Hisjam Dorong Lebih Banyak Lagi Desa Inovasi BRIN di Malang

198

Malang, Muslim Obsession – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menggelar Desa Inovasi yang ditempakan di Desa Jambangan, Kecamatan Dempit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (7/11/2021). Acara tersebut juga dihadiri anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam.

Ridwan turut mengapresiasi adanya program Desa Inovasi dari BRIN yang menyasar desa-desa di seluruh Indonesia untuk memberikan pelatihan skil atau kapasitas terhadap kelompok masyarakat. Pelatihan ini dapat menambah daya saing dalam berwirausaha.

Seperti halnya pelatihan di Koperasi Peternakan Sumber Abadi di Desa Jambangan. Koperasi ini mendapat bantuan dari BRIN berupa mesin potong untuk pakan ternak dan juga hewan ternak berupa kambing.

“Kelompok lain atau koperasi lain juga bisa mengajukan ke BRIN untuk bisa dilakukan pembinaan melalui program Desa Inovasi ini,” ujar Ridwan.

Melalui program ini, pihak BRIN akan memberikan pelatihan kepada masyarakat desa tentang cara pembuatan pupuk kompos, dan juga pembuatan pakan ternak fregmentasi yang bisa awet atau tahan selama dua minggu.

“Pelatihan semacam ini bagus, karena peternak tidak harus ke cari rumput setiap hari, karena makanan ternaknya sudah bisa difregmentasi sehingga awet. Jadi sudah tidak menyita waktu,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar ini mendorong agar Desa Inovasi BRIN menyasar ke lebih banyak desa-desa yang ada di Malang Raya. Sebab dengan program ini, diharapkan bisa menambah skil kemampuan masyarakat desa.

“Bila perlu setiap setiap desa di Malang ada program Desa Inovasi dari BRIN. Berikan pelatihan sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Malang,” ujar Ridwan didampingi Kiai Suroso.

Pembina sekaligus founder Sekolah Rekreasi Achmad Fajar Ridwan Hisjam menambahkan, pihaknya juga terus mendorong anak muda desa atau kalangan milenial untuk tidak malu menjadi seorang petani atau peternak, karena mereka sudah punya modal kuat.

“Saya kira dengan BRIN bisa menciptakan lebih banyak lagi peternak milenial. Anak mudah ini memang tidak harus takut dan malu menjadi petani atau peternak,” ujar Fajar.

Mereka sudah memiliki modal berupa lahan yang luas di desa. Sumber pakan juga masih lebih luas. “Jadi anak muda tidak harus melulu punya untuk menjadi buruh di kota. Desa sebenarnya sudah bisa mencukupi kebutuhan, karena lahan dan sumber pakan masih melimpah.” (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here