Polisi Sebut Ustadz yang Dibunuh di Tangerang Paranormal, Ini Motifnya

191

Jakarta, Muslim Obsession – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengabarkan tim gabungan kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap tiga oknum yang terlibat kasus penembakan kepada ustadz di Tangerang.

Yusri menyebut, ketiganya saat ini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Hal tersebut disampaikan Yusri dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh Kompas Tv, Selasa (28/9/2021).

Mereka yakni M (inisiator), K (eksekutor) dan S (joki motor yang membantu K untuk melarikan diri). M yang merupakan pengusaha angkutan diamankan pihak kepolisian di Serang, Banten, pada Kamis lalu.

Sementara K dan S diamankan masih dalam satu lokasi yang sama, di Serang, Banten. Selain ketiga tersangka tersebut, polisi saat ini juga tengah melakukan pencarian terhadap satu oknum lagi yang statusnya masih DPO.

Dikabarkan Yusri, menurut pengakuan tersangka M, motif penembakan ini adalah karena ingin balas dendam. Tersangka M merasa sakit hati karena istrinya telah disetubuhi A.

Diceritakan, A merupakan seorang paranormal pada tahun 2010 kedatangan seorang pasien yang ternyata adalah istri M. Istri dari M berencana ingin berobat kepada A, ternyata pada saat pengobatan tersebut, A menyetubuhi istri M.

“Istri tersangka berobat ke korban yang sebagai paranormal tahun 2010. yakni pasang susuk, tapi yang terjadi korban disetubuhi.,” kata Yusri.

Kabar tersebut akhirnya sampai ke M karena M menemukan pesan singkat di handphone sang istri. Namun sang istri mengelak dan menutupinya. Hingga akhirnya pada tahun 2019, istrinya mengaku jika A telah menyetubuhinya.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, menyatakan korban tewas ditembak dalam kapasitasnya sebagai paranormal. Korban memang dikenal warga sekitar sebagai ustadz setelah menjadi ketua majelis taklim.

“Jadi saya tekankan di sini bahwa korban adalah paranormal. Peristiwa pembunuhan ini tidak terkait predikatnya dalam kapasitas ustadz, karena memang bukan ustadz. Jadi ustadz, dipanggil ustadz oleh lingkungan sekitarnya, adalah ketika dia menjadi ketua majelis taklim saja,” kata dia kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Kepastian mengenai latar belakang korban ini didapat polisi dari keterangan saksi. Selain itu, polisi menemukan barang bukti di rumah korban.

“Dia tidak mengajarkan ngaji, tidak mengajarkan ilmu agama, tidak mengajarkan ini. Latar belakang ini menjadi sangat penting bagi arah penyelidikan selanjutnya. Kalau memang ternyata kita pastikan bahwa yang bersangkutan adalah paranormal. Dari para saksi yang sudah diperiksa satu yang pernah berobat di sana. Yang kedua dari barang bukti yang ditemukan di rumah korban. Apa saja itu? Daftar buku tamu dengan berbagai macam keperluannya. Artinya, si orang ini melayani itu,” ujar Tubagus. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here