Mengenal Tamam Abou Hamidan, Wali Kota di Swedia dari Palestina

63

Muslim Obsession – Tamam Abou Hamidan adalah salah satu dari jutaan warga Palestina yang hidupnya menggambarkan fakta bahwa para pengungsi Palestina yang telah dipaksa tinggal di pengasingan selama lebih dari tujuh dekade memiliki kesabaran yang luar biasa.

Pahitnya hidup selama berada di Jalur Gaza tidak mematahkan semangat perempuan Palestina ini, bahkan ia mampu meraih kesuksesan setelah berhasil meninggalkan penderitaan di Palestina.

Abou Hamidan lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Jabaliya di Jalur Gaza, Palestina, kemudian belajar di sekolah lokal sebelum akhirnya mendapatkan gelar jurnalistik dari Universitas Al-Aqsa.

Khawatir tentang dampak blokade yang sedang berlangsung di Gaza, diperburuk oleh situasi ekonomi yang memburuk, dan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik bagi putrinya, dia dan orangtuanya memutuskan untuk pindah ke Blekinge County di Swedia selatan pada tahun 2014.

Setibanya di Swedia, kehidupan Abou tidak serta merta membaik karena dihadapkan pada banyak tantangan seperti perbedaan bahasa dan kebiasaan budaya yang membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan dan menyesuaikan diri dengan masyarakat baru.

Tapi untungnya, dia berhasil mendapatkan pekerjaan di restoran Pizza yang memungkinkan dia untuk mendapatkan izin tinggal.

Kemudian pada tahun 2016, kefasihannya berbahasa Swedia dan keterampilannya yang lain membantunya bekerja di kantor tenaga kerja di Blekinge Country sebagai penasihat yang membantu imigran baru memasuki pasar tenaga kerja.

Tentang Tamam Abou Hamidan

Abou mengungkapkan bahwa pekerjaannya memberikan motivasi dan semangat untuk terus bekerja keras demi mencapai lebih banyak tujuan.

Abou yang kemudian meraih gelar Master di bidang Kepemimpinan dan Organisasi dari University of Malmo memutuskan untuk bergabung dengan Partai Sosial Demokrat di Kota Kecil Olofstrom di Kabupaten Blekinge pada tahun 2015.

Karir politiknya perlahan mulai menanjak, dimulai dengan pencalonan Abou ke Dewan Kabupaten Blekinge, memegang posisi Wakil Ketua Komite Pendidikan Dewan Kota, serta anggota dewan provinsi.

Melalui usaha dan kerja kerasnya, Abou berhasil membuktikan dirinya menjadi Wali Kota setelah dia dicalonkan oleh partainya untuk memimpin dewan di Olofstrom pada tahun 2020.

Tak hanya berhasil menaklukkan tantangan menjadi perempuan dalam politik, Abou juga berhasil memenuhi perannya sebagai perempuan Palestina asal Gaza, seorang Wali Kota dan seorang ibu dengan sangat baik. Bahkan kini ia mencoba mencalonkan diri di parlemen Swedia dalam pemilu September mendatang.

Abou Hamidan mengatakan dia sangat senang dan bangga dengan apa yang telah dia capai di Swedia. Dia menekankan bahwa fakta bahwa seorang wanita Palestina dari Gaza mampu mencapai posisi seperti itu di Swedia adalah bukti perjuangan Palestina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here