Membangun Jiwa Tenang dan Tenteram

162

Oleh: Buya H. Masoed Abidin (Ulama dan Penulis)

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالإِثْمُ مَا لَمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَإِنْ أَفْتَاكَ الْمُفْتُونَ

“Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (mejadikan untukmu keringanan),” (HR Ahmad no. 17894).

Jiwa yang tenang dan hati yang tenteram adalah senjata orang-orang shalih dari sejak dahulu dalam menghadapi kondisi sulit yang mereka temui dalam kehidupan. Mereka tetap melaksanakan amal shalih dan berbuat kebaikan dalam kondisi apapun.

BACA JUGA: 10 Cara Agar Hati Tenteram dan Jiwa Tenang

Jiwa yang gelisah bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Banyak penyakit yang bersumber dari psikis yang tertekan dan tidak tenang. Tidak heran kalau banyak orang malakukan terapi kejiwaan, untuk dapat meraih ketenangan jiwa.

Islam menuntun bahwa ketenangan jiwa adalah kembali kepada Allah Swt. dengan hati yang ikhlas, tenang, dan hidup bahagia. Ibadah yang diperintahkan Allah Swt. bukan semata-mata untuk meraih ketakwaan saja, namun sebagai obat bagi kegelisahan jiwa dari segala hiruk-pikuk dunia.

Allah Swt. berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِىٓ إِلٰىٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan,” (QS. Luqman [31]: 29).

BACA JUGA: Kemarahan Nabi Yunus ‘Alaihissalam, Pelajaran Sangat Berharga

Ketenangan jiwa dalam Islam adalah sebuah hasil yang didapat dari keimanan dan kekhusyukan kita kepada Allah Swt, sebagaimana yang dirasakan oleh para sufi. Mereka melakukan latihan kebatinan atau dzikir kepada Allah Swt. dengan benar-benar khusyuk dan hanya fokus pada cinta pada Allah Swt.

Dzikir kepada Allah Swt. adalah salah satu cara meraih ketenangan jiwa dalam Islam. Dengan perbanyak berdzikir, artinya kita selalu mengingat akan Allah Swt., baik itu kebesaran-Nya, kesucian-Nya dan segala bentuk syukur atas nikmat yang diberikan-Nya. Hati yang selalu berdzikir tentu jauh dari sifat sombong dan kegelisahan, karena sudah penuh dengan kepasrahan pada Allah Swt.

BACA JUGA: Mengenal Rasulullah ﷺ Secara Fisik Lahiriah

Salah satu doa memohon ketenangan jiwa, yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ قَالَ لِرَجُلٍ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

“Sesungguhnya Nabi saw. berkata (mengajari) seseorang. Katakanlah “Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridho dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu),” (HR. At-Thabrani dari Abu Umamah).

1. Allah Swt. berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).

2. Allah Swt. berfirman, “Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya,” (QS. Al-Fajr [89]: 27-28).

Semoga kita dikaruniai jiwa yang senantiasa tenang. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here