Lima Tradisi Asing yang Kini Diizinkan Arab Saudi Era MbS

165

Jakarta, Muslim Obsession – Arab Saudi di era Putra Mohammed bin Salman (MbS) kini semakin terbuka dengan budaya asing dari Barat. Masyarakat Saudi kini tak lagi konservatif, dengan murni menerapkan apa yang dianggap sebagai syariat Islam.

Banyak terobosan dan gebrakan yang diterapkan negara kerajaan Islam itu menuju ke arah lebih moderat. Beberapa di antaranya mengizinkan konser, festival budaya, pembukaan bioskop, arena olahraga, dan pelonggaran terhadap hak perempuan.

Gebrakan itu sesuai visi 2030 yang merupakan kerangka strategi dan misi Saudi mengurangi ketergantungan negara pada minyak sebagai sumber utama pemasukan.

Berikut lima tradisi baru yang diizinkan Saudi di era MbS:

1. Halloween

Arab Saudi dilaporkan menggelar festival Halloween pada pekan lalu. Perayaan ini diberi nama “Scary Weekend” yang berlangsung di Boulevard Riyadh pekan lalu.

Scary Weekend adalah acara bertema kostum kedua di Riyadh. Acara serupa, berlangsung pada awal tahun ini di Riyadh Boulevard city pada 17-18 Maret.

Orang-orang mendatangi lokasi itu mengenakan kostum bertema hantu, beberapa mengenakan kostum mewah.

Arab News melaporkan, festival Halloween ini merupakan rangkaian dari acara Riyadh Season yang berlangsung di ibu kota Saudi.

Sementara itu, New York Times menuliskan acara ini didanai pemerintah Saudi. Mereka sengaja menggelar festival tepat sebelum Halloween agar tak terlihat langsung memperingati festival itu.

2. Natal

Beberapa warga asing yang tinggal di Arab Saudi mengaku perayaan natal semakin meriah di negara itu.

Saat Natal pada Desember 2021 lalu, tampak kafe hingga restoran berubah salju berhiaskan berlian, dekorasi, dan ornamen bak merayakan natal.

Menurut pengakuan salah satu warga asing di Saudi kepada Arab News, di tahun-tahun sebelumnya perayaan natal senyap, ketat dan tertutup.

3. Malam Tahun Baru Masehi

Detik-detik pergantian 2021 ke 2022, Arab Saudi turut menyambut tahun baru iru.
Di salah satu tempat rekreasi di Riyadh, warga ramai-ramai menghitung mundur untuk menyalakan kembang api. Mereka berkumpul, merekam pergantian tahun, beberapa ada yang mengenakan jilbab, beberapa tanpa jilbab.

4. Imlek

Arab Saudi juga merayakan tahun baru Imlek 2022 di Riyadh pada Februari lalu. Perayaan meriah ini terlihat dalam Festival Musiman Riyadh.

Dalam perayaan ini, terdapat layar iklan yang menyala terang, menampilkan gambar kebudyaaan China, seperti rumah tradisional dan lampion merah.

Beberapa ucapan selamat juga terlihat dalam bahasa China, Arab, dan Inggris.

Selain itu, ada juga pertunjukkan air muncur yang ditemani musik tradisioal China, sementara percikan air memantulkan warna merah dari lampu yang ada.

5. Valentine

Di bulan yang sama, Arab Saudi juga merayakan peringatan hari kasih sayang atau Valentine’s Day meski dalam situasi Covid-19.

Sejumlah toko bunga, toko coklat dan restoran yang hanya menyediakan pesan antar mengalami peningkatan penjualan di tengah perayaan hari penuh cinta itu.

Salah satu tempat makan, Casper and Gambini’s menyediakan kue berbentuk hati rasa coklat dan red velvet.

Di hari valentine itu warga Saudi juga saling memberi hadiah. Beberapa di antara mereka membeberkan kado terbaik versinya.

Namun, dilansir Arab News, salah satu warga asing yang tinggal di Saudi mengatakan perayaan itu tak secara resmi. Jadi siapa saja yang ingin memberi coklat tak ada larangan. Di Saudi juga tak ada tulisan “Happy Valentine’s Day,” seperti di sebagian negara saat merasakan hari kasih sayang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here