Kristen dan Yahudi Kutuk Pembakaran Al-Quran di Swedia

39

Muslim Obsession – Pembakaran Al-Quran dalam aksi protes di depan gedung Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, akhir pekan lalu mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Tidak hanya umat Islam tetapi komunitas Kristen dan Yahudi juga mengutuk tindakan tercela ini di berbagai belahan dunia sebagai tampilan solidaritas keagamaan yang menyentuh.

Di Rusia, komunitas Kristen mengutuk aksi pembakaran Al-Quran yang dilakukan oleh politisi rasis sayap kanan Denmark Rasmus Paludan.

Ketua Departemen Sinode untuk Hubungan Gereja Rusia dengan Masyarakat dan Media Massa, Vladimir Legoyda, mengecam insiden itu sebagai “tindakan vandalisme yang tidak dapat diterima.”

Legoyda menulis di akun Twitternya bahwa batas kemanusiaan tidak boleh dilanggar dan perjuangan politik tidak boleh melukai kesucian agama.

Sementara itu, komunitas Yahudi di Turki mengutuk tindakan Paludan, menyebutnya sebagai “kejahatan kebencian” dan “teror agama”. Seluruh masyarakat mengecam keras Rasmus Paludan dan orang-orang yang mengizinkannya membakar Al-Quran.

Patriarkat Armenia Turki mengatakan bahwa “tindakan keji” itu tidak hanya menyinggung perasaan religius orang-orang yang beragama Islam, tetapi juga ada gerakan untuk mengobarkan perasaan permusuhan antara orang-orang yang berbeda agama.

Patriarkat Armenia Turki, Sahak Mashalian, Dewan Spiritual Gereja, pendeta, dewan yayasan, dan komunitas Armenia Turki secara kolektif mengutuk insiden pembakaran Al-Quran di Swedia.

Demonstrasi Paludan dan pembakaran Al-Quran, yang diadakan di depan kedutaan Turki di Stockholm, mendapat izin dan perlindungan dari polisi Swedia, dengan alasan kebebasan berekspresi.

Akibat kejadian ini, Turki telah memanggil duta besar Swedia untuk memprotes izin pembakaran Al-Quran dan membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Swedia ke Ankara.

Sebelumnya, banyak negara Muslim juga telah menyatakan kemarahannya atas pembakaran kitab suci umat Islam.

Arab Saudi dan Qatar mengkritik keras otoritas Swedia karena memberikan izin kepada Paludan untuk membakar Al-Quran.

Uni Emirat Arab juga mengutuk insiden tersebut dan menegaskan kembali “penolakannya terhadap semua praktik yang bertujuan merusak keamanan dan stabilitas yang bertentangan dengan nilai dan prinsip kemanusiaan dan moral.”

Indonesia, Pakistan, Kuwait, Iran, Mesir, Dewan Kerja Sama Teluk, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga mengutuk insiden yang tidak pantas ini.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here