Kiai Ni’am Raih Gelar Profesor Bidang Ilmu Fikih dari UIN Jakarta

39
Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni'am Sholeh meraih jabatan guru besar alias profesor bidang ilmu fikih pada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Foto: MUI)

Jakarta, Muslim Obsession – Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahkan gelar Guru Besar atau Profesor di bidang Ilmu Fikih kepada KH. Asrorun Ni’am Sholeh.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa ini meraih gelar tersebut setelah terbitnya surat pengangkatan yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Pengangkatan Asrorun Niam Sholeh sebagai guru besar dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Agama RI (SK Menag) tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional tanggal 31 Oktober 2022.

Dalam SK tersebut, Ni’am dinyatakan terhitung mulai 1 Oktober 2022 dinaikkan jabatannya menjadi Guru Besar/Profesor dalam bidang Ilmu Fikih.

SK Guru Besar untuk Kiai Ni’am itu diserahkan pada Upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI di Jakarta, Selasa (3/1/2023).

“Jabatan guru besar ini sebagai amanah yang menuntut adanya tanggung jawab. Di satu sisi sebagai pengakuan atas capaian akademik. Tapi di sisi lain ada tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas dan kontribusi akademik, sehingga meningkatkan perkhidmatan dalam mewujudkan kemaslahatan yang lebih luas,” ujar Kiai Ni’am.

Berkiprah di Luar Kampus

Pria kelahiran Nganjuk, 31 Mei 1976 ini menyebut bahwa jabatan akademik yang dicapainya itu merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi di bidang akademik, meski dia banyak berkiprah di pemerintahan dan berbagai ruang perkhidmatan.

“Meski secara formal selama ini saya memperoleh penugasan di luar kampus, namun selama ini saya tidak pernah meninggalkan dunia akademik, masih terus mengajar. Gen saya adalah gen kampus,” ujar Asrorun Ni’am Sholeh.

Doktor bidang hukum Islam itu selama ini memperoleh penugasan di berbagai bidang perkhidmatan.

Selama dua periode ia diberi amanah sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebagai Ketua KPAI hingga 2017.

Setelah itu Kiai Ni’am diberikan amanah sebagai Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, hingga kini.

Selama penugasan tersebut, Kiai Ni’am tidak pernah meninggalkan aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk mengajar di kampus.

Dia juga aktif menulis dan mempublikasikannya dalam bentuk opini media massa, artikel jurnal, dan juga dalam bentuk buku.

Menjadi Ketua MUI Bidang Fatwa

Kiai Ni’am juga dikenal sebagai sosok di balik lahirnya fatwa-fatwa MUI. Ia menjadi pengurus Komisi Fatwa MUI sejak 2005, sebagai Wakil Sekretaris dan kemudian sebagai Sekretaris Komisi Fatwa selama sepuluh tahun.

Saat ini dia mengemban amanah sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa.

Kiai Ni’am yang merupakan doktor jebolan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta ini memfokuskan diri pada kajian fatwa dan hukum Islam.

Bahkan, Ni’am dikenal sebagai “penyambung lidah fatwa” karena perannya dalam menyampaikan fatwa-fatwa MUI terkait dengan berbagai persoalan keagamaan, keumatan, dan kebangsaan.

Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh sivitas akademika UIN Jakarta hingga ia bisa mencapai jabatan akademik guru besar.

Ia juga berharap pengangkatannya sebagai guru besar semakin memotivasinya dalam memperkuat kontribusi akademik di bidang fatwa dan hukum Islam dan menerjemahkan kontribusi akademik tersebut dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.

“Terima kasih atas tahniah, support, dan doanya. Semoga manfaat dan maslahat,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here