Jelang Muktamar, Din Syamsuddin: Muhammadiyah Perlu Darah Segar

114
Din Syamsuddin (Foto: Muhammadiyah.or.id)

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai jelang pelaksanaan Muktamar ke-48 di Solo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode selanjutnya atau periode 2022-2027 perlu ‘darah segar’ dalam struktur kepengurusannya.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027 mendatang memerlukan darah segar,” kata Din, Senin (31/10).

Din menilai darah segar Muhammadiyah itu perlu ditambah dalam struktur PP Muhammadiyah berikutnya untuk menjawab tantangan zaman. Figur kader-kader muda perlu ditambah agar PP Muhammadiyah lebih dinamis dan progresif.

Ia mencontohkan Muhammadiyah memiliki segudang kader-kader muda yang progresif. Semisal ada Dirjen Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latif, mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah Untung Cahyono hingga Sekretaris Majelis Dikti PP Muhammadiyah Sayuti.

Ada pula nama Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Syamsul Anwar, Ketua Majelis Tabligh PP Muhamadiyah Fathurrahman Kamal dan Rektor UMS Sofyan Anif cocok untuk masuk sebagai anggota PP Muhammadiyah.

Dari Jakarta, Din menilai juga banyak nama-nama kader muda Muhammadiyah yang mumpuni. Semisal Matan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah dan pimpinan DMI Imam Addaraqutni, Ketua MUI Pusat Sudarnoto A. Hakim hingga pejabat di BRIN Najib Burhani.

“Untuk itu, mungkin sebagian anggota PP Muhammadiyah yang sudah lama berkhidmat perlu legowo memberi kesempatan berjuang dan beramal bagi figur-figur baru,” kata Din.

Din menilai tantangan yang dihadapi Muhammadiyah ke depan semakin berat dan menantang. Sebagai kekuatan masyarakat madani dan elemen dari gerakan Islam global, Muhammadiyah perlu memberi respons yang tepat, cermat dan strategis.

“Untuk itu kepemimpinan pusat Muhammadiyah meniscayakan kepemimpinan yang responsif, transformatif dan independen,” kata dia.

Meski begitu, Din berpendapat kepemimpinan Muhammadiyah di tingkat pusat di periode saat ini yang digerakkan oleh duet Haedar Nashir dan Abdul Mu’ti mampu menampilkan kepemimpinan yang harmonis, visioner, dan berkemajuan.

Baginya, kedua sosok itu masih diperlukan untuk melanjutkan gerak organisasi pada satu periode ke depan.

Ia menilai kepengurusan Muhammadiyah satu periode terakhir dapat menampilkan kiprah dan performa yg efektif. Hal ini ditunjukkan dengan bertambahnya amal usaha baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial, dan ekonomi.

“Bersama para anggota pimpinan lain. Tentang siapa yg disepakati sebagai Ketua Umum hanyalah hal siapa yg dimajukan selangkah dan ditinggikan seranting,” kata Din.

“Semuanya berpulang kepada 2500-an peserta Muktamar dengan harapan mereka memilih dengan hati nurani dan akal pikiran jernih dengan mengedepankan kepentingan dan kemajuan organisasi,” tambahnya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here