Internal PBNU Pecah Soal Pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Lampung

263

Jakarta, Muslim Obsession – Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung sampai saat ini masih belum jelas. Pasalnya, di internal PBNU sendiri pecah suara karena masih belum menemukan kesepakatan kapan tepatnya Muktamar diadakan.

Rencana awal, Muktamar sedianya digelar 23-25 Desember mendatang, namun ditangguhkan imbas pelaksanaan PPKM Level 3 pada libur Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Kemudian terbaru muncul lagi usulan Muktamar digelar pada 17 Desember 2021.

Adalah Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar ingin memajukan waktu penyelenggaraan muktamar NU ke-34 di Lampung. Ia memilih opsi menggelar muktamar pada 17-19 Desember 2021.

Sebanyak 27 Pengurus Wilayah NU (PWNU) diklaim mendukung muktamar dipercepat pada 17 Desember 2021. Seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.

Kemudian Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan kronologi Rais Aam memilih ingin memajukan muktamar NU. Ia menyebut Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PBNU telah menggelar rapat pada 24 November lalu.

Menurutnya, tak ada keputusan dalam rapat tersebut alias deadlock. sehingga Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini meminta rapat ditunda dan dilanjutkan sehari kemudian.

Namun, kata Gus Ipul, tidak ada kejelasan soal kehadiran ketua umum dan sekjen dalam rapat 25 November. Oleh karena itu, Rais Aam memutuskan untuk menerbitkan surat perintah. Sehingga ada kesan di internal PBNU tidak kompak.

“Ketidakhadiran Ketua Panitia, Ketua Umum dan Sekjen di hari kedua rapat, menjadi petunjuk bahwa di sini terlihat tak ada komitmen menjalankan hasil rapat,” kata Gus Ipul.

Minta Muktamar Ditunda 2022

Di sisi lain, sejumlah pengurus NU ingin agar muktamar ditunda hingga akhir Januari 2022. Sembilan kiai sepuh yang berasal dari pelbagai wilayah sepakat agar Muktamar ke-34 NU digelar akhir Januari tahun depan.

Sembilan kiai sepuh NU tersebut antara lain Anwar Mansyur dari Jawa Timur, Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten, Tuanku Bagindo H Muhammad Letter dari Sumatera Barat.

Kemudian Manarul Hidayat dari Jakarta, Abun Bunyamin dari Jawa Barat, Ahmad Haris Shodaqoh dari Jawa Tengah, Abdul Kadir Makarim dari NTT, Muhsin Abdillah dari Lampung, dan Farid Wajdy dari Kalimantan Timur.

Kesepakatan 9 kiai sepuh itu sudah dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ulil Abshar. Ia mengaku telah menerima dokumen kesepakatan dari para kiai sepuh NU tersebut. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here