Hilal Belum Terlihat, Awal Ramadhan 2024 Diprediksi Mulai Selasa 12 Maret

738
Hilal di Aceh
Suasana rukyatul hilal di Aceh, sekitar dua tahun lalu. (Foto: kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis prediksi awal puasa tahun 2024. Pusat Riset Antariksa BRIN, melalui peneliti ahli utamanya, Thomas Djamaluddin, menyampaikan bahwa awal puasa diprediksi mulai 12 Maret 2024.

Thomas menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada penelitian posisi hilal pada 29 Sya’ban 1445 H, yang jatuh pada 10 Maret 2024. Menurutnya, pada tanggal tersebut, hilal penentu awal Ramadhan hampir tidak akan terlihat di seluruh wilayah Indonesia.

“Dari hasil rukyat pun, tanggal 10 (Maret) belum ada yang berhasil sehingga diperkirakan pada tanggal 10 saat Magrib tidak ada hilal yang terlihat dan belum memenuhi visibilitas hilal,” ujar Thomas Ahad, 10 Maret 2024.

Posisi bulan di wilayah Timur Indonesia dianggap masih terlalu rendah, sehingga sulit untuk melihat hilal. Thomas menjelaskan tinggi bulan di Indonesia hanya sekitar 1 derajat, dan elongasinya hanya 1,7 derajat. Angka tersebut jauh di bawah kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menetapkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

“Wilayah yang memenuhi kriteria MABIMS pada 10 Maret 2024 setelah matahari terbenam hanya wilayah benua Amerika Serikat. Sementara itu, wilayah Asia Tenggara belum terpenuhi,” jelasnya.

Berdasarkan prediksi tersebut, pemerintah Indonesia diharapkan akan menetapkan awal puasa Ramadhan pada 12 Maret 2024. Namun, perbedaan pendapat bisa muncul, seperti yang telah diumumkan oleh Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada 11 Maret 2024.

Sedangkan Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH Sirril Wafa, menyampaikan pandangan bahwa pengamatan posisi hilal menunjukkan tidak mungkin terjadi rukyat pada 29 Sya’ban 1445 H atau 10 Maret 2024. Ia memprediksi awal Ramadhan tahun ini bertepatan dengan 12 Maret 2024.

“Untuk awal Ramadhan tahun ini, dengan memperhatikan posisi hilal baik tinggi maupun elongasinya, secara pengalaman atau tajribah, hilal tak mungkin dapat dirukyat pada Ahad sore 10 Maret,” kata Kiai Sirril.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here