Haji Bagi Orang Madura

533

Sesorang tetangga di ujung timur pulau Madura saat melakukan umroh juga terdapat ritual dimandikan. Umroh dianggap sebagai haji mini. Karena haji yang sempurna terasa sulit dengan antrian yang semakin lama saja.

Heboh lagi setelah datang. Orang Madura akan menjemputnya di pusat perkotaan. Menunggu kedatangan dengan kegembiraan yang diwujudkan dengan bunyi bunyian dan iring iringan.

Lagi-lagi seperti konvoi, orang orang yang memiliki sepeda meramaikan dengan gas kopling dan klakson. Sementara sebagian mobil membawa sound system dengan lagu hadrah.

Orang Madura merayakan orang yang naik haji hingga 41 hari. Datang orang bertamu dan meminta doa. Orang Madura menyebutnya dengan Sajereh. Dalam sajereh, orang yang naik haji akan langusng memeluk dan mendoakan terhadap tamu yang datang.

Jika yang berhaji laki-laki, maka akan dipeluk tamu yang juga lelaki. Sementara jika yang berhaji hanya perempuan, maka hanya salaman dan berharap doa.

Orang yang bertamu akan melakukan obrolan basa basi perihal bagaimana ibadah di Makkah dan selama proses perjalananannya. Sementara orang yang naik haji akan bercerita dengan heroisme orang orang Madura.

Setelah cerita dan doa, maka si tamu akan memperoleh oleh oleh yang berupa sajadah, tasbih, atau air zam-zam. Jika beruntung, maka akan memperoleh minyak misik.

Pasca naik haji, yang paling nampak, ada perubahan kopiah yang dikenakannya. Orang haji memakai kopiah putih. Terkadang bahkan bagi yang awalnya adalah kiai kampung, tiba tiba memakai serban. Orang-orang akan memanggilnya ajjih dengan logat Madura yang kental.

1
2
3
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here